Bengkulutoday.com - Bunga Bangkai Amorphophaulus Titanium atau lebih dikenal sebagai bunga Kibut mekar sempurna pagi ini, Jumat (08/11/19), di belakang Pos Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu Tengah atau di kedai Kopi SLE.
Disampaikan Ibnu, Bunga Kibut ini tumbuh sejak kemarin dan mekar sempurna pagi ini, "mulai mekar bunga bangkai di kawasan Gunung Taba Penanjung Bengkulu Tengah. Berkujunglah dengan bijak," katanya, Kamis (07/11/19).
Tak hanya itu, di tempat berbeda, Bunga Kibut juga tumbuh di perkebunan kopi Kepahiang.

Dari keterangan yang didapat, bunga dengan ketinggian 2 meter berdiameter 40 centimeter ini bisa dilihat dalam satu hari ke depan.
Masyarakat dapat menikmati keindahan dan momen langka ini, "mari sempatkan waktu sempit kalian untuk berkunjung melihat salah satu bunga kebanggaan kita ini," kata Eko Putra.
Bagi masyarakat yang ingin tahu informasi lebih lanjut dapat menghubungi 081368824729 atas nama Zul, dan 085357596202atas nama Ibnu, pegiat KPPL.

Kibut atau bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa, merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.
Disebut bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya.

Kibut sering dipertukarkan dengan padma raksasa Rafflesia arnoldii. Mungkin karena kedua jenis tumbuhan ini sama-sama memiliki bunga yang berukuran raksasa, dan keduanya sama-sama mengeluarkan bau yang tak enak. Jenis-jenis Amorphophallus juga dapat dijumpai pada hutan hujan tropis. (bis)