Dilema Sekolah: Negeri vs Swasta, Mana yang Lebih Baik?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Noprianto.

Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Bagi orang tua, memilih sekolah untuk anak merupakan keputusan penting. Pertanyaan tentang negeri atau swasta pun kerap menjadi dilema. Di Kabupaten Rejang Lebong, pemerintah daerahnya memiliki pandangan menarik mengenai hal ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Drs. Noprianto, MM, menegaskan bahwa pemerintah tidak mempermasalahkan pilihan orang tua untuk menyekolahkan anak di negeri atau swasta. Menurutnya, kedua jenis sekolah tersebut memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan di daerah.

"Masyarakat bebas memilih, mau menyekolahkan anak di negeri atau swasta. Bagi kami, itu bukan masalah," ujar Noprianto saat ditemui Bengkulutoday.com pada Selasa (11/6/2024).

Noprianto menjelaskan bahwa keberadaan sekolah swasta sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah negeri, dengan keterbatasannya, tak mampu menyediakan program yang beragam. Di sinilah peran penting sekolah swasta.

"Sekolah swasta membantu pemerintah dalam penggalakkan pendidikan. Karena di sekolah negeri kan ada keterbatasan-keterbatasan," terang Noprianto.

Sekolah swasta umumnya menawarkan program dan fasilitas yang lebih beragam, seperti program tahfiz, seni, dan olahraga. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.

"Di sekolah swasta, orang tua memiliki pilihan program khusus yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak mereka," tambah Noprianto.

Lebih lanjut, Noprianto menjelaskan bahwa sekolah negeri memiliki standar minimum yang harus dipatuhi, sedangkan sekolah swasta memiliki keluwesan dalam mengembangkan program khusus.

"Sekolah negeri menyelenggarakan sekolah yang mungkin lebih standar ya, sesuai dengan standar minimumnya. Kalau sekolah swasta karena dia diselenggarakan oleh yayasan atau masyarakat, itu memang dia punya sedikit keluwesan mengembangkan program khas sekolah seperti ada tahfiz, kemudian ada seni-seni tertentu dan sebagainya," jelasnya.

Di sisi lain, Noprianto menyoroti kendala yang dihadapi sekolah negeri dalam melibatkan partisipasi orang tua. Sumbangan atau partisipasi orang tua untuk kegiatan akademis di sekolah negeri sering disalahartikan sebagai pungutan.

"Kalau sekolah negeri, kadang-kadang untuk kegiatan yang sifatnya akademis saja itu ketika ada sumbangan atau partisipasi orang tua katanya pungutan dan sebagainya," katanya.

Namun demikian, Noprianto mengakui bahwa sekolah negeri masih menunjukkan dominasinya dalam berbagai perlombaan akademis.

"Di beberapa kali ada semacam perlombaan, kita sekolah negeri masih dominan," ujarnya.

Pemerintah, kata dia, mendukung pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak mereka. Baik sekolah negeri maupun swasta, keduanya memiliki peran penting dalam mewujudkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong. (hendra)