Bengkulutoday.com – Sekolah Rakyat Provinsi Bengkulu menggelar Open House sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirangkaikan dengan peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Rakyat, Senin (20/7). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Kepala Sekolah Rakyat Bengkulu Yuliarma Yenni, jajaran pemerintah, serta para siswa dan orang tua.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengurangi angka kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah benar-benar dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan fasilitas pendidikan. "Selama ini efisiensi seakan-akan menyalahkan pemerintah pusat. Padahal, inilah bentuk efisiensi, di mana anggaran yang selama ini tidak sampai ke rakyat dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan sekolah," ujarnya.
Helmi menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kaur bersama Sekolah Garuda memiliki nilai investasi sekitar Rp1 triliun. Ia mengajak kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk bersama-sama mengawal program tersebut agar berjalan sesuai tujuan. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga akan memprioritaskan perbaikan toilet SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi melalui APBD tahun depan karena masih banyak yang belum memenuhi standar.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Bengkulu Yuliarma Yenni menjelaskan, Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas enam hektare milik Pemerintah Provinsi Bengkulu dan menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah tersebut menerima sebanyak 262 peserta didik yang terdiri dari 52 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 120 siswa SMA yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Yuliarma menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga mampu meningkatkan taraf hidup mereka. "Program dari Bapak Prabowo ini dirancang untuk mengurangi angka kemiskinan. Harapannya, sekolah ini mampu mengangkat derajat orang tua dan anak-anak yang kurang mampu melalui pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Melalui peringatan satu tahun berdirinya Sekolah Rakyat yang dirangkaikan dengan Open House dan pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027, seluruh pihak berharap program tersebut dapat melahirkan generasi unggul dari Bengkulu. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua diharapkan menjadi kunci keberhasilan Sekolah Rakyat dalam mewujudkan pemerataan pendidikan sekaligus mendukung upaya memutus rantai kemiskinan melalui dunia pendidikan.
Haikal Ababil