Bengkulutoday.com - Polemik kemana hilangnya Harun Masiku dalam Kasus dugaan suap penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024 terus diusut.
Harun Masiku menjadi buronan KPK yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Porli skala internasional.
Kasus ini terbongkar dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang digelar KPK, pada 8 Januari. Namun, Harun saat itu tak ikut tertangkap. KPK hanya berhasil menangkap Wahyu Setiawan dan tujuh orang lainnya.
Sebelumnya diberitakan Harun telah melakukan perjalanan ke luar negeri pada 6 Januari dan belum kembali ke Indonesia.
Namun kenyataanya jejak Harun kembali ke Indonesia pada 7 Januari dalam laporan yang diterbitkan Majalah TEMPO namun dibantah pihak imigrasi dan mengklaim telah terjadi kerusakan sistem pada alat monitoring. Tetapi kemudian pada tanggal 22 Januari pihak imigrasi mengiyakan bahwasannya Harun telah pulang pada saat itu.
Polemik di mana hilangnya Harun Masiku menjadi pertanyaan besar karena pada 8 Januari ternyata jejak Harun terendus KPK berada di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta, namun kemudian kembali hilang jejak.
KPK pun meminta bantuan Polri untuk mencari dan menangkap Harun. Kapolri Jenderal Idham Azis memastikan pihaknya telah memproses permohonan bantuan KPK itu. Idham mengaku sudah mengirim nama Harun kepada 34 Polda dan 540 Polres seluruh Indonesia, termasuk Polda Bengkulu.
Hal itu jadi dasar bahwasanya Harun Masiku dicari hingga Bengkulu, "Ya Kapolri kan udah menyampaikan membantu untuk mencari berarti itu berlaku untuk seluruh wilayah termasuk Polda Bengkulu," sampai Humas Polda Bengkulu Kombespol Sudarno pada Bengkulutoday.com, Selasa (18/02/2020), di Mabes Polda Bengkulu.
Di Bengkulu sendiri, semua jajaran Polres telah dikerahkan untuk menangkap buronan KPK ini dan tak menutup kemungkinan andil dari masyarakat sipil.
Sementara data imigrasi terhadap aktivitas penerbangan dan pelayaran di Bengkulu belum ada konfirmasi.
Ada imbalan yang seketika mencuat, menyindir dari kinerja KPK di mana Organisasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggelar sayembara bagi siapapun yang mampu memberikan informasi keberadaan mantan Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku akan diberi hadiah iPhone 11.
Pewarta : Bisri Mustofa