Batu Giling Khas Taba Penanjung

batu giling, Taba Penanjung

Bengkulutoday.com – Dalam kehidupan sehari-hari pasti sering menggunakan batu giling terutama ibu-ibu untuk menghaluskan bumbu masakannya. Sekarang zaman makin modern banyak yang telah menggunakan blender untuk menghaluskan bumbu. Tapi itu tidak membuat batu giling kehilangan tempat di masyarakat. Karena mengahaluskan bumbu dengan  batu giling memberikan cita rasa yang khas dan lebih enak dibandingkan dengan menggunakan  blender. Salah satu sentra penjualan batu giling ada di Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

Salah seorang  penjual batu giling Ardi mengatakan, batu giling yang dirinya jual diambil dari pengerajin batu giling yang ada di Taba Penanjung. Batu giling itu sediri dibuat dari bebatuan yang ada dialiran sungai Taba Penanjung.

“Saya mengambil batu giling dari pengerajin yang ada di Taba Penanjung. Batu giling itu sendiri dibuat dari bebatuan yang ada di sungai Taba Penanjung,”tutur Ardi. Selasa (1/2/2022).

Ardi mengungkapkan, pembeli batu giling ini mayoritas ibu rumah tangga. Terkadang pembelinya berasal dari Kota Bengkulu,Kepahiang, hingga Curup. Ada juga yang membeli langsung banyak untuk dijual lagi ketempat lain.

“Pembeli batu giling ini biasanya ibu rumah tangga. Terkadang ada yang dari kota Bengkulu, kepahiang, hingga curup. Ada juga yang beli langsung banyak untuk dijual ditempat lain,” tutur Ardi.

Ardi juga mengatakan, dirinya menjual batu giling dengan harga yang bermacam-macam, mulai dari Rp.60.000 – Rp.30.000 tergantung besar kecilnya ukuran batu giling itu sendiri. Dirinya juga memberi potongan harga jika membeli dalam jumlah yang banyak.

“Saya menjual batu giling ini dengan harga Rp.60.000 – Rp.30.000 tergantung besar kecil ukurannya. Saya juga memberi potongan harga jika membeli dengan jumlah yang banyak,” tutur Ardi.

Ardi berharap kedepannya penjualan batu giling ini bisa sampai keluar kota. Agar pertumbuhan ekonomi untuk pengerajin dan penjual batu giling ini bisa terus berjalan nantinya.

“Saya berharap kedepannya penjualannya bisa sampai keluar kota. Supaya ekonomi pengerajin dan penjual batu giling ini bisa terus berjalan nantinya,” tutup Ardi. (Mahdi)