BPBD Wajib Laporkan Bantuan Bencana Kepada Publik!

Daerah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Bengkulu Tengah

Bengkulutoday.com - Ketua Gerakan Muda Peduli Rakyat (Gempur) Bengkulu Kasrul Pardede meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, membuka dan menyampaikan laporan bantuan bencana kepada publik. Hal itu menyusul telah berakhirnya masa tanggap darurat bencana di Bengkulu sejak 3 Mei 2019 lalu dan beralih ke masa transisi dan pemulihan. 

Menurut Kasrul, transparansi dalam mengunakan dana publik harus diterapkan, terlebih ini menyangkut kepercayaan publik kepada penyelenggara negara. Karena, kata Kasrul, bantuan bencana itu sebagian dihimpun dari masyarakat umum, lembaga sosial dan juga dari pemerintah pusat.

"Kami memantau cukup banyak bantuan baik berupa uang maupun logistik sembako dan bentuk lainnya, BPBD sebagai leading sektor kebencanaan harus mendata dan menyampaikan laporannya kepada publik, bisa saja melalui media massa dan saluran lain yang tersedia, ini sejalan dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)," ungkap Kasrul, Selasa (7/5/2019).

Ditambahkan, Kasrul, pihaknya juga mengkritisi sikap pemerintah yang seolah-olah telah menganggap musibah bencana ini selesai, padahal di daerah pedalaman terdampak bencana banjir dan longsor, masih membutuhkan berbagai fasilitas layak hidup. 

"Pemerintah daerah seolah hanya menganggap bencana ini sebatas korban jiwa, padahal, ada ribuan masyarakat yang hingga kini belum dapat tidur nyenyak, beban psikologis masyarakat terdampak bencana juga harus dipikirkan, mereka tidak semata butuh materi," ungkapnya.

Kasrul mencontohkan masyarakat terdampak bencana yang belum dapat tidur nyenyak juga butuh hiburan, butuh saluran untuk berhubungan biologis, dan kebutuhan immaterial lainnya, misalnya butuh siraman rohani sesuai dengan kepercayaanya, ini penting, masyarakat tidak hanya butuh perbaikan infrastruktur yang masih lama dibangun, namun problem hari ini, mereka mengalami beban psikologi," imbuhnya.

Untuk diketahui, dampak benca banjir dan longsor di Bengkulu telah menelan 24 korban jiwa, 4 hilang, 2 luka berat dan 2 luka ringan. Selain itu, kerugian materi sementara diperkirakan mencapai Rp 144 miliar. 

Pasca bencana, ribuan warga dilaporkan mengungsi, sebagian lagi kehilangan tempat tinggal mereka. 

BACA JUGA: Awasi! Bantuan Bencana Rawan Diselewengkan