Bengkulu – Kemampuan bahasa Inggris dinilai semakin penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan pendidikan dan dunia kerja yang semakin terbuka. Anggota DPD RI/MPR RI asal Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong orang tua membiasakan anak belajar bahasa Inggris sejak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan Destita saat menjadi narasumber Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Kampung Inggris Merah Putih bersama Lantern House Language Center di Gedung Pola Kantor Gubernur Bengkulu, Sabtu (1/8/2026).
Destita mengatakan perkembangan teknologi telah membuat komunikasi antarnegara semakin mudah. Kondisi ini membuat kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, tidak lagi hanya menjadi keunggulan tambahan, tetapi menjadi keterampilan yang dibutuhkan generasi muda.
“Bahasa adalah jendela dunia. Dunia sekarang sangat luas dan tanpa batas. Kita bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara menggunakan bahasa Inggris,” ujar Destita.
Menurut Destita, penguasaan bahasa Inggris dapat memberikan manfaat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga peluang karier. Kemampuan tersebut juga menjadi salah satu modal bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengejar beasiswa di dalam dan luar negeri.
Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi dan program beasiswa mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan melalui tes berstandar internasional. Karena itu, pembelajaran sejak dini dinilai dapat membantu anak lebih siap menghadapi berbagai persyaratan tersebut.
“Kalau sejak kecil sudah dibiasakan belajar bahasa Inggris, insya Allah nanti lebih mudah meraih nilai yang baik saat mengikuti tes untuk beasiswa maupun kuliah di luar negeri,” kata Anggota BKSP DPD RI itu.
Destita juga menilai kemampuan bahasa Inggris dapat memperluas pilihan karier generasi muda. Pasalnya, semakin banyak perusahaan dan lembaga yang membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan komunikasi dalam bahasa asing.
Ia meminta orang tua tidak hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah, tetapi turut menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan di rumah. Anak juga didorong untuk berani menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari tanpa takut melakukan kesalahan.
“Jangan takut salah. Yang penting berani berbicara dan terus berlatih. Belajar bisa dari guru, buku, lagu, film, YouTube, TikTok, maupun media sosial lainnya,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, Destita turut memperkenalkan bahasa Mandarin sebagai salah satu bahasa asing yang memiliki peran penting dalam komunikasi dan aktivitas ekonomi global. Meski demikian, ia menekankan bahasa Inggris tetap perlu menjadi dasar sebelum generasi muda memperluas kemampuan ke bahasa asing lainnya.
Destita berharap semakin banyak pelajar Bengkulu yang memiliki keberanian untuk menargetkan pendidikan maupun karier di tingkat internasional. Menurutnya, kemampuan bahasa dapat menjadi salah satu pintu untuk membuka akses generasi muda terhadap kesempatan yang lebih luas.
“Mari kita dorong anak-anak belajar bahasa Inggris sejak dini. Dengan kemampuan bahasa, mereka akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar, bekerja, dan mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” tutup Destita.
Seminar Pendidikan Nasional tersebut mengangkat tema “Taking the First Step Toward a Future Filled with Knowledge, Confidence, Opportunities, and Meaningful Achievements.” Selain Destita, kegiatan ini menghadirkan CEO Lantern House & Kampung Inggris Riesa Tirta Maladewi, S.Pd., serta Dosen Bahasa Inggris Universitas Bengkulu Irfa Luthfia Rahmani, S.S., M.Hum.