FPPI Siap Bantu Pemasaran Hasil UMKM, Ini Rencana Wakil Bupati Rejang Lebong

FPPI Siap Bantu Pemasaran Hasil UMKM

Curup, Bengkulutoday.com - Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Provinsi Bengkulu berkunjung ke Kabupaten Rejang Lebong (RL), Selasa (28//2022) dan menggelar pertemuan di Rumah Dinas Wakil Bupati RL di kawasan Dwi Tunggal, Curup. 

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati RL Hendra Wahyudiansyah ini membahas sejumlah persoalan terkait pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten RL.

Ketua Umum Pimpinan UKM IKM Provinsi Bengkulu Wihelmi Ade Tarigan, SH mengatakan, IKM harus bisa naik kelas menjadi UMKM dan itu membutuhkan dorongan dari berbagai pihak terutama pemerintah daerah.
“Kami siap untuk menyiapkan buyer dan penampung hasil UMKM Rejang Lebong itu. Kita membuat produk yang bahan bakunya ada disini, seperti tomat bisa dibuat lempuk tomat, atau tomat rasa kurma sehingga bisa dengan mudah dipasarkan,” kata Ade.

Menurutnya, langkah kedepan pemerintah daerah harus mendukung dan membuat program pelatihan terhadap UMKM atau IKM di Rejang Lebong. Termasuk mengenai proses perijinannya, sehingga barang yang dipasarkan tersebut legal dan memenuhi standar baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

“Pemerintah daerah harus menyiapkan pelatihannya, kalau modal itu karena ketidaktahuan pemerintah daerah saja. Karena banyak sekali bantuan di kementrian yang tidak tersentuh atau tidak diketahui oleh OPD, jadi sekarang harus jemput bola,” sarannya.

Menanggapi hal ini Waki Bupati RL Hendra Wahyudiansyah mengapresiasi apa yang sudah diupayakan oleh FPPI dalam membantu IKM dan UMKM Rejang Lebong. Menurutnya, banyak sekali informasi yang diperoleh dari kunjungan FPPI ini, mulai dari jenis olahan makanan yang bisa dikembangkan oleh IKM maupun UMKM hingga adanya dana di kementrian.

“Kita menyambut baik apa yang sudah ditawarkan oleh FPPI ini, nanti akan kita anggarkan untuk pelatihannya ada kita kolaborasikan dengan program Rp 100 juta per desa/kelurahan itu,” kata wabup.

Orang nomor dua di Kabupaten RL itu berharap melalui program pemberdayaan UMKM dan IKM ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi RL memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.
“Potensi kita sangat banyak, mulai dari kopi kemudian tadi katanya tomat bisa dibuat lempuk atau rasa kurma. Selama ini taunya tomat hanya dibuat saus saja, ternyata bisa untuk olahan makanan, ini harus kita kembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. 

Acara tersebut berlangsung sekitar 2 jam dan diikuti oleh perwakilan UMKM atau IKM yang ada di RL. (yon)