Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 105 Rejang Lebong terus berkomitmen melakukan pembenahan mutu pendidikan dan fasilitas penunjang belajar. Sekolah yang saat ini menampung total 346 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tersebut, tengah bersiap meluncurkan program inovatif berupa les membaca gratis guna menuntaskan kendala literasi pada anak didik.
Kepala Sekolah SDN 105 Rejang Lebong, Detrio Azwar, S.Pd., mengungkapkan bahwa program membaca ini merupakan wacana matang yang ditargetkan mulai berjalan pada bulan Agustus 2026 ini. Program ini dirancang khusus untuk memfasilitasi siswa yang belum lancar membaca dengan melibatkan langsung guru-guru internal sekolah tanpa memungut biaya sepeser pun.
"Ini baru wacana, mungkin bulan Agustus ini berjalan, kami akan mengadakan program membaca. Jadi anak yang belum bisa membaca, itu kami suruh les membaca di sekolah ini, yang mengajarkannya guru di sini, secara gratis," ujar Detrio saat ditemui Bengkulutoday.com, Kamis (30/7/2026).
Terkait teknis pelaksanaan, Detrio menjelaskan pihak sekolah telah menyusun skema agar tidak mengganggu jam belajar reguler. Untuk siswa kelas tinggi (kelas 4-6) yang waktu kepulangannya dijadwalkan pukul 12.40 WIB, pelaksanaan les akan mengambil waktu satu jam lebih awal.
"Misal anak kelas tinggi kan pulang 12.40 WIB, nah jam setengah 12 anak yang ikut les membaca itu dikeluarkan dari ruangan, dan masuk ke ruangan khusus untuk belajar membaca," urainya.
Sementara itu, untuk siswa kelas rendah (kelas 1-3) yang pulang lebih awal pada pukul 10.40 WIB, program membaca akan dilaksanakan setelah jam pulang sekolah berakhir. "Berarti satu jam setelah itu baru mereka diperbolehkan pulang," tambahnya.
Menyinggung hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran ini, SDN 105 Rejang Lebong mencatat performa yang cukup baik di tengah dinamika demografi masyarakat. Dari target kuota 84 siswa yang terbagi dalam 3 rombongan belajar (rombel), sekolah berhasil menjaring sebanyak 64 siswa baru.
"Targetnya 84 siswa untuk 3 rombel, dan yang masuk itu 64 siswa. Artinya hampir rata-rata 80 persen kuota terpenuhi di sini," jelas Detrio.
Ia tidak menampik adanya pergeseran tren jumlah anak dalam keluarga saat ini yang turut memengaruhi jumlah lulusan TK yang masuk ke jenjang SD.
"Bisa jadi mungkin enggak kayak dulu lagi. Mungkin dulu anaknya empat atau lima, sekarang pengaruhnya anak-anak sudah berkurang secara kuantitas keluarga. Tapi Alhamdulillah, untuk pendaftar di SD ini masih terhitung banyak dan diminati masyarakat," ungkapnya.
Di bawah kepemimpinannya yang hampir berjalan dua tahun, Detrio memfokuskan sekolah pada tiga pilar ekstrakurikuler utama, yakni Pramuka, Tahfidz Al-Qur'an, dan Program Membaca yang segera dirilis. Untuk program keagamaan seperti mengaji dan salat Dhuha bersama setiap pagi, diakuinya sudah lama menjadi kultur sekolah.
Menariknya, program Tahfidz Al-Qur'an di sekolah ini murni merupakan inisiasi baru dari Detrio sejak menjabat. Program mulia ini diajarkan langsung oleh guru agama internal sekolah secara gratis tanpa beban biaya tambahan bagi orang tua siswa.
"Kami mulai membenah, melihat mana yang bagus dan kami akan coba. Intinya program tahfidz ini munculnya baru dari saya. Alhamdulillah, wisuda pertama kemarin diikuti sekitar 7 siswa dari total 14 anak yang dibina," kata Detrio optimis.
Meski mengutamakan karakter, SDN 105 Rejang Lebong tidak melupakan prestasi akademik dan non-akademik. Sekolah tercatat meraih prestasi gerak jalan di tingkat Kecamatan baru-baru ini. Pihak sekolah juga aktif berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan bertekad ikut serta jika ada perlombaan tahfidz tingkat daerah ke depan.
Dari sisi Sarana dan Prasarana (Sapras), Detrio menyebutkan kondisi saat ini tergolong mencukupi berkat upaya pemenuhan mandiri secara bertahap oleh pihak sekolah, termasuk pengadaan jaringan CCTV lingkungan dan perbaikan berkala pada bangku serta kursi kelas.
Kendati demikian, mengingat status SDN 105 Rejang Lebong sebagai salah satu sekolah dengan usia bangunan yang sudah tua di wilayah tersebut, pihak sekolah berharap besar pada usulan bantuan program revitalisasi dari pemerintah pusat maupun daerah.
"Mudah-mudahan kami mendapatkan bantuan program revitalisasi. Kami sudah mengusulkan, mungkin tinggal menunggu antrean. Yang kami usulkan kemarin prioritasnya adalah rehabilitasi gedung ruang kelas serta WC sekolah. Namun kemarin ada tambahan usulan juga, kalau bisa kami meminta pengadaan ruang laboratorium baru," pungkasnya berharap. (Hendra)