Pakai Sabu, Oknum Polisi Dituntut 8 Tahun Penjara Berkat "Nyanyian" Rekan Kerja, Kuasa Hukum Ajukan Rehab

Sidang Narkoba Oknum Polisi

Bengkulu - Dua oknum anggota Polres Seluma dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejati Bengkulu karena tersandung narkoba sabu. Dalam persidangan JPU Siska Maryati, SH menuntut Aipda Hermansyah dengan 8 tahun penjara dan Robert yang juga berpangkat Aipda ini dituntut dengan 5 tahun penjara. Selain dua oknum polisi ini, satu warga sipil bernama Edo dituntut dengan 8 tahun penjara. 


"Dalam persidangan tadi, klien kita Hermansyah ini dituntut selama 8 tahun penjara dengan pasal 114 UU Narkoba sama dengan Edo, kemudian rekannya robert ini dituntut selama 5 tahun penjara dengan pasal 112 UU Narkoba," ujar Kuasa Hukum Hermansyah yakni Doni Tarigan saat diwawancarai.

Peristiwa bermula atas nyanyian sesama oknum polisi Robert yang pertama kali dibekuk jajaran Ditresnarkoba Polda Bengkulu beserta barang bukti tiga paket sabu dengan berat 0,41 gram. Terdakwa diamankan saat berada dikediamannya Desa Selebar Kabupaten Seluma, 15 Januari 2024 lalu. Kemudian saat pengembangan oleh pihak Polda, diketahui sabu itu ternyata dibeli oleh Hermansyah dari Edo dengan sejumlah 800 ribu rupiah, 1 paket sebesar 500 ribu rupiah dan 2 paket sebesar 300 ribu rupiah. 


"Barang inikan sebenarnya milik Edo karena dari persidangan sudah disampaikan, klien kita Hermansyah cuma membeli ke dia. Kemudian barang  ini diberikan kembali ke robert. Makanya kita akan lakukan pledoi atau pembelaan, karena dalam fakta persidangan klien kami hanya pengguna ini dari hasil asesmen terpadu yang dikeluarkan oleh pihak BNN," tegasnya. 


Dilanjutkan Doni, klien nya itu bukan merupakan kalangan penjual maupun pengedar narkoba. Dari hasil barang bukti pun didapatkan masih dibawah 1 gram, sehingga pelaku sebatas pemakai maka wajib diajukan rehabilitasi.


"Menurut UU narkotika ada dua kriteria yang dapat direhabilitasi yakni pengguna dan penyalah guna. Dan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 juga mengatur hal tersebut. Jadi apabila barang buktinya di bawah 1 gram dan terbukti pengguna tersebut bukan seorang pengedar maka wajib dilakukan rehabilitasi. Kami usahakan meminta agar klien kita ini untuk dilakukan rehab, dari pertimbangan keringanan kami ini diantaranya belum pernah melawan hukum, bersikap sopan dalam persidangan, mengakui kesalahan dan mengakui terus terang dalam perbuatannya. Nanti akan diagendakan sidang pembelaan pada 27 Mei Senin mendatang," tukas Doni.