Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui budidaya jamur tiram. Memasuki masa panen perdana, sebanyak 2,5 kilogram jamur tiram berhasil dipanen langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Kamis (13/08).
Panen perdana ini menjadi momentum penting dalam pengembangan program budidaya jamur tiram di lingkungan Lapas Bengkulu. Sebanyak 1.000 baglog yang sebelumnya telah dibudidayakan kini mulai menunjukkan hasil dengan tumbuhnya jamur tiram yang siap dipanen.
Dengan penuh antusias, Kepala Lapas Bengkulu secara langsung melakukan proses pemanenan jamur tiram. Hasil panen perdana tersebut menjadi bukti awal bahwa program budidaya yang dikembangkan memiliki potensi untuk terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Julianto menyampaikan bahwa kegiatan budidaya jamur tiram merupakan bagian dari upaya Lapas Bengkulu dalam memberikan pembinaan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Panen perdana ini menjadi langkah awal yang sangat baik. Dari 1.000 baglog yang kita budidayakan, sudah mulai menghasilkan jamur tiram. Ke depan, kami akan terus melakukan perawatan dan pengembangan agar hasil produksinya semakin optimal,” ujar Julianto.
Budidaya jamur tiram dipilih karena relatif mudah dikembangkan dengan memanfaatkan ruang dan sumber daya yang tersedia. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis dalam proses budidaya, mulai dari perawatan baglog hingga pemanenan.
Hasil panen perdana sebanyak 2,5 kilogram menjadi capaian awal yang akan terus dievaluasi. Lapas Bengkulu berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan budidaya sehingga seluruh baglog dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan produksi secara berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Bengkulu, dengan mengedepankan kegiatan yang produktif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Melalui budidaya jamur tiram, Lapas Bengkulu tidak hanya mengejar hasil produksi, tetapi juga membangun semangat kemandirian dan keterampilan sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan reintegrasi warga binaan ke masyarakat.