Program Ambulans Gratis Pak Gub Dinilai Belum Prioritaskan Desa Terpencil

Wenra, Kades Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Seluma. (Bengkulutoday.com/Franky Adinegoro)

Seluma, Bengkulutoday.com – Kepala Desa Cawang, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Wenra, menilai program pembagian ambulans gratis yang digulirkan Pemerintah Provinsi Bengkulu belum sepenuhnya tepat sasaran. Menurutnya, masih banyak desa terpencil yang lebih membutuhkan fasilitas kesehatan tersebut.

“Kalau menurut saya, program tersebut kurang tepat sasaran. Masih banyak desa yang sebenarnya lebih membutuhkan, salah satunya desa kami,” ujar Wenra, Senin (25/8/2025).

Ia menuturkan, warga Desa Cawang selama ini kerap mengalami kesulitan ketika ada warga yang sakit maupun meninggal dunia. Karena tidak tersedia ambulans, warga terpaksa menggunakan mobil pick-up pribadi untuk mengantar pasien ke rumah sakit maupun membawa jenazah pulang ke desa.

“Pernah ada kejadian jenazah dibawa dari rumah sakit ke desa menggunakan mobil pick-up dengan atap terpal. Padahal masyarakat kami sangat membutuhkan ambulans,” tambahnya.

Selain itu, Wenra menyebut, Desa Cawang juga tidak memiliki bidan yang menetap, sementara jarak ke puskesmas cukup jauh. Kondisi ini memaksa warga berobat ke Dusun Tengah atau bahkan ke Bengkulu. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi geografis dalam menentukan desa penerima ambulans.

“Seharusnya prioritas diberikan kepada desa-desa yang jauh dari puskesmas, kecamatan, maupun kabupaten. Contohnya Cawang dan Padang Capo. Jangan dulu desa yang berada di tengah kota,” tegasnya.

Diketahui, pada Sabtu (16/8/2025), Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyerahkan sebanyak 130 unit mobil ambulans kepada kepala desa dan lurah se-Provinsi Bengkulu. Ambulans tersebut dikelola langsung oleh pemerintah desa.

Program ambulans gratis merupakan salah satu janji politik Helmi-Mian saat Pilkada lalu. Gubernur Helmi menargetkan pembagian akan terus berlanjut hingga seluruh desa dan kelurahan di Bengkulu memiliki ambulans. 

“Tahun depan rencananya kita bagikan lagi 500 unit, dan akan terus dilanjutkan secara bertahap sampai semua desa mendapatkan ambulans gratis,” kata Helmi, dikutip dari Kompas.com. (Franky)