Inspektorat Jenderal Tinjau Pengelolaan Gas untuk Dapur Lapas Perempuan Bengkulu Bengkulu

lapas

Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu menerima kunjungan kerja Tim Inspektorat Jenderal dalam rangka pelaksanaan Reviu Belanja Bahan Makanan Berupa Gas pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu dan Kalimantan Selatan. Kegiatan reviu dilaksanakan secara *on desk* dan *on site* pada 10–14 Agustus 2026.

Tim Inspektorat Jenderal disambut langsung oleh Kepala LPP Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, bersama jajaran. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pengawasan untuk memastikan pengelolaan belanja bahan makanan, khususnya penggunaan gas untuk kebutuhan dapur, berjalan sesuai ketentuan serta mendukung pemenuhan hak dasar warga binaan.

Setibanya di LPP Bengkulu, Tim Inspektorat Jenderal melakukan peninjauan langsung ke dapur Lapas. Tim melihat secara langsung aktivitas pengelolaan makanan, mulai dari proses persiapan bahan, kegiatan memasak, hingga proses pembagian makanan kepada warga binaan.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pelaksanaan pengelolaan bahan makanan dan penggunaan gas dalam mendukung operasional dapur. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan belanja bahan makanan dengan mencocokkan dokumen administrasi dan kondisi di lapangan.

Kepala LPP Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan reviu yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal. Menurutnya, pengawasan merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran dan pelayanan di Lapas berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan reviu ini. Kehadiran Tim Inspektorat Jenderal menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan belanja bahan makanan, termasuk penggunaan gas, dilaksanakan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suci.

Ia menambahkan, LPP Bengkulu akan memberikan data dan informasi yang diperlukan selama proses reviu berlangsung. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan administrasi maupun pelaksanaan penyediaan makanan bagi warga binaan.

Melalui kegiatan reviu ini, diharapkan pengelolaan belanja bahan makanan, khususnya penggunaan gas untuk kebutuhan dapur, dapat semakin tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel serta mendukung terpenuhinya kebutuhan makanan warga binaan dengan baik.