Kegiatan Ketahanan Pangan Lapas Arga Makmur Fokus pada Perawatan Tanaman Sawi

Kegiatan Ketahanan Pangan Lapas Arga Makmur Fokus pada Perawatan Tanaman Sawi

Arga Makmur — Lapas Kelas IIB Arga Makmur kembali melaksanakan program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian yang digelar pada Jumat (12/12/2025) di lahan pertanian dalam lingkungan lapas. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berfokus pada perawatan tanaman sawi yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama staf Kegiatan Kerja.

Kasubsi Kegiatan Kerja, Juni Mihandri, turut mendampingi langsung jalannya kegiatan. Ia menjelaskan bahwa seluruh WBP yang terlibat telah menjalani tahapan dan sidang TPP sehingga resmi terdaftar sebagai pekerja pertanian. “Setiap warga binaan yang bekerja di lahan pertanian telah melalui prosedur yang berlaku. Mereka bekerja sesuai SOP dan selalu dalam pengawasan petugas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para WBP melaksanakan perawatan tanaman sawi sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan yang menjadi perhatian nasional. Petugas memastikan seluruh proses kegiatan berjalan tertib, mulai dari pengeluaran WBP ke area pertanian hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Perawatan dilakukan setiap hari kerja untuk memastikan tanaman berkembang optimal dan siap dipanen dengan hasil maksimal,” tambah Juni Mihandri.

Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Agus Salim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dukungan lapas terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa laporan kegiatan telah disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu. “Kami berharap arahan dan petunjuk pimpinan dapat semakin memaksimalkan pelaksanaan kegiatan ini ke depan,” kata Agus Salim.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman, tertib, dan kondusif. Lapas Arga Makmur menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian sebagai sarana pembinaan warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.