Kerugian Capai Rp 1,4 Miliar, Marketing BSI Curup Dituntut Lima Tahun Penjara

Tuntutan Perkara Korupsi Bank BSI

Bengkulu - Persidangan agenda tuntutan Korupsi Dana Kredit usaha rakyat (KUR) Bank BRI Unit Tes Cabang Curup dengan terdakwa Nurul Azmi Riduan yang merupakan mantan Marketing Bank berlangsung di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Dalam persidangan ini terdakwa tampak tertunduk lemas mendengarkan amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Fauzi Isra. 

Terdakwa dijatuhkan hukuman pidana dengan tuntutan selama 5 Tahun Penjara.
Di muka persidangan, JPU menerangkan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan korupsi seperti pada dakwaan subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 huruf a huruf b Ayat (2), Ayat (3) UU RI No. 31 Tahun tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. 

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan denda Rp. 300 Juta subsidair 6 bulan kurungan penjara, serta uang kerugian negara Rp. 1,4 Milyar. Dan apabila dalam 1 bulan tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan. 

"Atas tindakan terdakwa, telah mencederai kepercayaan Pubilik terhadap Lembaga perbangkan sehingga memberikan preseden yang buruk terhadap BUMN khusunya bank BRI, dan merugikan negara sebesar Rp. 1,4 milyar," ucap JPU Kejari Lebong, Robby Rahdityo dimuka persidangan. 

Menanggapi atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukum terdakwa, Hotma T Sihombing menyatakan akan menyampaikan pledoi secara tertulis pada sidang pledoi 20 Juni mendatang. 


Adapun isi dari surat pledoi nantinya, salah satunya mengenai tuntutan pasal 55 KUHPidana, yang menyatakan bahwa terdakwa secara bersama sama melakukan korupsi. 

"Nanti kami akan menyampaikan pledoi, kami menanyakan soal pasal 55 KUHP yang menyatakan bahwa terdakwa secara bersama sama melakukan korupsi, padahal klien kami terdakwa tunggal, " Ucap Hotma.