Lapas Arga Makmur Fasilitasi Kebaktian, Tiga Warga Binaan Kristen Ikuti Pembinaan Kerohanian

lapas

Lapas Arga Makmur Fasilitasi Kebaktian, Tiga Warga Binaan Kristen Ikuti Pembinaan Kerohanian

ARGA MAKMUR, 21 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan kerohanian. Kali ini, sebanyak tiga warga binaan beragama Kristen mengikuti kebaktian yang berlangsung di perpustakaan Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana. Melalui pembinaan kerohanian, warga binaan diharapkan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat nilai-nilai moral, serta membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.

Kebaktian dilaksanakan dengan melibatkan petugas Lapas Kelas IIB Arga Makmur serta pembimbing atau pelayan kerohanian Kristen dari Yayasan Gereja GEKISIA Arga Makmur. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan serta pengarahan mengenai tata tertib selama kebaktian. Selanjutnya, para peserta mengikuti doa bersama, puji-pujian, pembacaan, dan penyampaian firman Tuhan sebagai bagian dari ibadah sekaligus pembinaan spiritual.

Selama kegiatan berlangsung, petugas Lapas melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan sesuai prosedur. Pendampingan dari pelayan kerohanian juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengikuti ibadah serta memperoleh penguatan rohani.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pengarahan kepada warga binaan agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban serta menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif.

Lapas Kelas IIB Arga Makmur terus berupaya memberikan pembinaan yang memperhatikan berbagai aspek kebutuhan warga binaan, termasuk aspek spiritual. Pelaksanaan kebaktian secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung proses pembinaan kepribadian serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang lebih baik.