Bengkulutoday.com – Benteng Marlborough hingga kini masih menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Kota Bengkulu. Bangunan peninggalan kolonial Inggris yang berdiri sejak tahun 1714 ini tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga menyimpan jejak panjang perjalanan sejarah Bengkulu.
Benteng Marlborough dibangun oleh British East India Company (EIC) sebagai pusat pertahanan sekaligus perdagangan rempah-rempah Inggris di pesisir barat Pulau Sumatera. Pembangunan benteng dilakukan setelah Inggris memperkuat kekuasaannya di Bengkulu guna menjaga wilayah koloninya dan mendukung aktivitas perdagangan.
Sebelum Benteng Marlborough berdiri, Inggris lebih dahulu membangun Benteng York pada 1685 sebagai benteng pertama mereka di Bengkulu. Seiring berkembangnya perdagangan, Inggris kemudian membangun Benteng Marlborough yang memiliki ukuran lebih besar dan sistem pertahanan lebih kuat.
Selain difungsikan sebagai benteng pertahanan, Benteng Marlborough juga menjadi pusat aktivitas perdagangan Inggris dengan kerajaan-kerajaan di Bengkulu. Setelah adanya perjanjian antara Inggris dan Belanda, benteng tersebut kemudian diserahkan kepada Belanda dan menjadi saksi pergantian kekuasaan kolonial di Bengkulu.
Kini, Benteng Marlborough tetap berdiri kokoh sebagai salah satu cagar budaya nasional yang dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII melalui Museum dan Cagar Budaya Nasional. Selain menjadi objek wisata sejarah, kawasan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerah.
Pemandu wisata Benteng Marlborough, Andes, mengajak generasi muda agar lebih peduli terhadap sejarah Bengkulu.
"Saya berharap generasi muda lebih mengenal dan mempelajari sejarah Bengkulu. Jangan sampai kita tidak mengetahui sejarah daerah sendiri. Carilah informasi sejarah dari sumber yang benar agar warisan ini tetap dihargai dan dilestarikan," ujar Andes, Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, salah seorang pengunjung, Sumarni Gani, mengaku sengaja kembali mengunjungi Benteng Marlborough untuk mengenang masa kuliah sekaligus mengenalkan sejarah Bengkulu kepada anak-anaknya.
"Saya datang ke sini untuk mengulang kenangan masa kuliah sekaligus mengajak anak-anak melihat tempat bersejarah yang pernah saya kunjungi. Dulu saya sempat melihat terowongan di dalam benteng, tetapi sekarang sudah tidak dibuka lagi untuk umum," katanya.
Keberadaan Benteng Marlborough tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Bengkulu, tetapi juga terus menjadi destinasi wisata edukatif yang diminati masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah. Dengan pelestarian yang terus dilakukan, benteng bersejarah ini diharapkan tetap menjadi warisan budaya yang dapat dipelajari, dihargai, dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Penulis : Mela Setiawati