Nomor WhatsApp Palsu Catut Nama Plt Kadisdik Rejang Lebong, Zakaria: Itu Bukan Nomor Saya!

Plt Kadisdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi, menghadiri Bimtek Pengelolaan Ijazah Elektronik SD Negeri/Swasta se-Rejang Lebong di Gedung PGRI, Rabu (07/05/2025). (Bengkulutoday.com/Hendra)

Rejang Lebong, Bengkulutoday.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Rejang Lebong, Zakaria Efendi, angkat bicara terkait beredarnya nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan dirinya. 

Zakaria menegaskan bahwa nomor tersebut bukan miliknya dan meminta masyarakat, terutama para kepala sekolah, untuk tidak menanggapi komunikasi dari nomor yang mencurigakan itu.

Klarifikasi tersebut disampaikan Zakaria saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Ijazah Elektronik bagi Sekolah Dasar Negeri/Swasta se-Kabupaten Rejang Lebong di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Rabu (07/05/2025).

"Tadi juga dapat dari Pak Sekdis, ini dia kirimkan screenshot-nya, dan juga ada background-nya. Di dalam background itu adalah kegiatan yang baru kami laksanakan kemarin," ujar Zakaria, yang juga membantah telah mengirimkan pesan apapun melalui nomor tersebut.

Ia menambahkan bahwa informasi mengenai nomor palsu itu pertama kali diterima oleh Sekretaris Dinas (Sekdis). 

"Sekali lagi itu bukan nomor kita ya. Dan juga kami tidak pernah mengirimkan pesan kepada Pak Sekretaris. Ini yang mendapatkannya Pak Sekdis tadi," tegasnya.

Zakaria menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terkait hal ini. Ia berkomitmen untuk menyelidiki dan mencari tahu siapa pemilik nomor yang mencatut namanya. 

Jika ditemukan adanya unsur penipuan atau pencemaran nama baik, Zakaria memastikan pihaknya akan mengambil langkah hukum.

"Kita akan selidiki dan cari tahu siapa yang bertanggung jawab. Karena ini baru ketahuan siang tadi, langkah pertama kami adalah menelusuri nomor tersebut," ujar Zakaria. 

Ia berharap nomor tersebut tidak diaktifkan kembali, namun jika tetap aktif dan digunakan untuk tujuan yang tidak sah, pihaknya siap melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

"Tapi seandainya nomor ini tetap aktif, kami akan memprosesnya secara hukum dan melaporkan kejadian ini," tegas Zakaria.

Untuk sementara, Zakaria mengimbau agar kepala sekolah dan pihak terkait lainnya tidak melayani komunikasi dari nomor tersebut. 

"Himbauan kepada kepala sekolah, yang terkait nomor tersebut, kalau ada yang menelepon, tolong jangan ditanggapi," pungkasnya. (Hendra)