Bengkulutoday.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mengembangkan program budidaya maggot sebagai langkah mempercepat penanganan sampah organik sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Kepala DLH Kota Bengkulu Anshar Amin mengatakan penggunaan maggot dinilai lebih efektif dibanding metode pengolahan sampah organik secara konvensional. Menurutnya, metode ini mampu mempercepat proses penguraian sampah sehingga berpotensi menekan volume sampah di Kota Bengkulu.
“Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu lama, maggot mampu mengurai sampah organik lebih cepat. Ini menjadi salah satu solusi potensial dalam penanganan sampah,” ujar Anshar.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Sampah organik yang diolah akan dimanfaatkan menjadi maggot yang selanjutnya digunakan sebagai pakan ikan.
Konsep tersebut, kata dia, menjadi bagian dari ekonomi sirkular karena hasil pengelolaan sampah dapat kembali dimanfaatkan masyarakat serta mendukung peningkatan konsumsi pangan bergizi.
Untuk mendukung keberlanjutan program, DLH Kota Bengkulu menggandeng akademisi dan komunitas lingkungan guna memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin program ini tidak hanya berjalan di tingkat pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat,” katanya.
Sosialisasi dan advokasi program dijadwalkan mulai dilakukan pada 19 Mei 2026 dengan menyasar tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan RT.
DLH berharap upaya tersebut dapat mendorong kebiasaan pemilahan sampah di masyarakat sehingga pengelolaan sampah ke depan tidak lagi sekadar program, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup warga Kota Bengkulu.