Bengkulutoday.com — Sepinya wisatawan di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, berdampak pada pendapatan para kusir delman. Aktivitas delman yang menjadi salah satu hiburan bagi pengunjung kini tidak seramai sebelumnya, sehingga penghasilan kusir menjadi tidak menentu.
Salah seorang kusir delman, Asmawi, mengatakan dirinya telah menjalani pekerjaan tersebut selama sekitar lima tahun. Ia biasanya mulai mangkal pada pukul 14.30 WIB hingga menjelang magrib untuk menunggu wisatawan. Menurutnya, dalam kondisi sepi, ia bahkan bisa tidak memperoleh pelanggan selama beberapa hari. “Sekarang pendapatan per hari tidak menentu. Saya pernah sampai tiga hari tidak dapat pelanggan karena kurangnya minat pengunjung,” ujar Asmawi, Rabu (19/8/2026).
Asmawi menjelaskan, tarif delman saat ini sebesar Rp50 ribu untuk satu delman dengan kapasitas hingga empat orang. Tarif tersebut berbeda dengan sebelumnya yang dikenakan sekitar Rp20 ribu untuk satu orang. Ia menyebut jumlah pelanggan biasanya mengalami peningkatan saat musim wisuda karena banyak mahasiswa dan keluarga yang datang ke Pantai Panjang. “Biasanya ramai itu saat musim wisuda, banyak sekali orang yang ingin naik,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Pantai Panjang, Winda, mengaku tertarik menaiki delman karena bisa menjadi hiburan bersama keluarga. Ia menilai tarif Rp50 ribu cukup terjangkau karena satu delman dapat digunakan hingga empat orang. “Naik delman cukup seru, apalagi bisa menikmati suasana pantai dengan santai. Tarifnya Rp50 ribu dan bisa untuk empat orang, jadi cukup terjangkau kalau bersama keluarga,” ujar Winda.
Menurut Winda, menaiki delman memberikan pengalaman berbeda ketika berlibur di Pantai Panjang. Aktivitas tersebut dinilai cocok menjadi pilihan hiburan keluarga, terutama bagi anak-anak yang ingin mencoba menaiki delman sambil menikmati suasana kawasan pantai.
Asmawi berharap fasilitas tenda di sekitar pantai tetap dibuka agar pengunjung dapat beristirahat dengan nyaman sambil menikmati pemandangan laut. Ia juga berharap pemerintah tetap memberikan ruang bagi delman dan kuda sebagai bagian dari hiburan wisata di Pantai Panjang. “Kami berharap ada yang mau menaiki kuda juga. Saat anak-anak bermain di pantai, mereka bisa melihat dan mencoba naik kuda. Menurut kami, delman dan kuda tidak mengganggu wisatawan dan tidak merusak pemandangan,” tutup Asmawi.
Penulis: Radia Dewi Kartika