Penuhi Hak Warga Binaan, Rutan Bengkulu Pastikan Jatah Makan WBP Tercukupi dan Layak Dikonsumsi

Penuhi Hak Warga Binaan, Rutan Bengkulu Pastikan Jatah Makan WBP Tercukupi dan Layak Dikonsumsi

BENGKULU - Rutan Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen untuk memenuhi hak-hak dasar warga binaannya, salah satunya adalah hak mendapatkan makanan yang layak dan mencukupi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan para warga binaan selama menjalani masa tahanan mereka.Karutan Bengkulu, Farizal Antony, dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa pihaknya sangat serius dalam menangani masalah pemenuhan jatah makan warga binaan. 

"Kami memastikan bahwa setiap hari, makanan yang disediakan memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. Makanan tersebut juga dipastikan layak dikonsumsi dan aman bagi kesehatan warga binaan," ujar Farizal.

Selain itu Farizal juga mengatakan setiap hari, dapur Rutan Bengkulu mempersiapkan tiga kali jatah makan bagi sekitar 500 lebih warga binaan yang ada. Proses pengolahan makanan dilakukan dengan sangat teliti dan higienis, dimulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas hingga cara memasak yang sesuai dengan standar kesehatan. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya mencukupi kebutuhan kalori, tetapi juga mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang telah ditetapkan.

"Sebagaimana Permenkumham nomor 40 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Makanan Bagi Tahanan, Anak dan Narapidana. Dalam prosesnya, pihak Rutan Bengkulu bekerja sama dengan ahli gizi untuk menyusun menu harian yang seimbang. Menu tersebut dirancang agar warga binaan mendapatkan asupan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang cukup. Kami tidak hanya fokus pada kuantitas makanan, tetapi juga kualitasnya. Setiap menu yang disajikan telah melalui perhitungan yang matang agar bisa memberikan manfaat kesehatan yang maksimal," tegas Farizal.

Dalam proses pengolahan makanan, Rutan Bengkulu juga melibatkan warga binaan yang dikaryakan sebagai tamping. Hal ini tidak hanya memberikan mereka keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab. 

"Kami memberikan pelatihan memasak kepada warga binaan yang berminat. Dengan begitu, mereka bisa lebih menghargai makanan yang mereka konsumsi dan mendapatkan keterampilan yang bisa berguna setelah mereka bebas nanti," pungkas Farizal.