Program TMMD di Jatim Diyakini Berdampak Positif Bagi Pembangunan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

SURABAYA – Adanya program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-110 di Jawa Timur ternyata mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Meski digelar di tengah pandemi Covid-19, program itu diyakini mampu membawa beragam dampak positif. Tak hanya soal pembangunan saja, TMMD yang digelar 5 daerah di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya itu juga mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Ternyata, bukan hanya pihak Kodam saja yang dilibatkan dalam kegiatan itu. Namun, terdapat beberapa pihak lainnya yang turut diterjunkan selama pelaksanaan program TMMD berjalan, termasuk diantaranya personel Polri, Pemda, tokoh masyarakat hingga tokoh agama sekaligus.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi menjelaskan jika beberapa titik lokasi ditetapkan menjadi sasaran TMMD, di antaranya Kabupaten Jember, Bondowoso, Pacitan, Sumenep dan Bojonegoro.

“Dalam pelaksanaannya, TMMD ini mengutamakan semangat gotong-royong. Sehingga, pengerjaan pembangunan fisik bisa rampung sesuai batas waktu yang sudah ditentukan,” kata Imam, Minggu (4/5/2021).

“Kegiatan itu berlangsung mulai tanggal 2 sampai 31 Maret,” imbuhnya.

Dijelaskan Imam, adanya TMMD di Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Dusun Nglambangan, Desa Ngrancan, Kecamatan Tambakrejo, seakan membuktikan jika Satgas TMMD mampu menjawab berbagai keluhan warga di tengah pandemi.

Pengerjaan normalisasi sungai di Desa Ngrancang, kata Kapendam, seakan memberikan solusi tersendiri bagi warga sekitar. Pasalnya, musim penghujan seakan menjadi keluhan tersendiri bagi para petani.

“Sebab, terjadi luapan sungai yang berimbas pada lahan pertanian warga. Tanaman padi rusak dan mengakibatkan petani gagal panen,” ungkapnya.

Almamater Akademi Militer tahun 1997 itu mengatakan, terdapat hal terpenting selama program TMMD itu berjalan, ialah mengajarkan arti jati diri TNI adalah tentara rakyat. Kemanunggalan TNI antara rakyat pun, seakan menjadi titik fokus utama pelaksanaan program TMMD di berbagai daerah di Jawa Timur saat ini.

Ia mencontohkan, seperti yang terjadi pada pelaksanaan TMMD di wilayah Kodim Sumenep. Gotong-royong antara TNI dan warga di Desa Dasuk laok, Kecamatan Dasuk, mulai terjalin. Itu membuktikan, jika Kemanunggalan antara TNI dan rakyat berhasil diwujudkan oleh Satgas TMMD Kodim setempat.

“Ketika membantu menyelesaikan proses pembangunan jalan, TNI dan warga terlihat saling bahu-membahu. Semua antusias dan memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin Desa itu berkembang,” jelasnya.

Kendati demikian, setiap kegiatan yang berjalan selama TMMD berlangsung, tak luput dari adanya penerapan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa posko Covid-19 didirkan di beberapa titik lokasi.

“Petugas kesehatan bersiaga 24 jam untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan warga dan TNI. Mereka juga mensosialisasikan adanya protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh warga,” bebernya.

Sementara itu, acungan jempol pun diberikan oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah. Ditemui usai upacara pembukaan TMMD beberapa waktu lalu, ia meyakini jika adanya program tersebut, mampu membantu pihak Pemda, terlebih memajukan perekonomian masyarakat.

Bahkan, ia mengungkapkan jika selama ini Kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Bojonegoro, sudah terjalin dengan baik.

“Dasar itulah yang mampu mensukseskan adanya TMMD di Bojonegoro. Semuanya bersatu-padu demi memajukan Desa tertinggal,” kata Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya. (*)