Benkulutoday.com - Kawasan pematang Desa Bengkenang sampai Kedurang, Kecamatan Bunga Mas, kabupaten Bengkulu Selatan memiliki luas sawah mencapai 450 hektar kurang lebih. Baru-baru ini musim penghujan melanda yang membuat para petani bahagia. Karena pematang ini sangat ditentukan oleh curah hujan atau tadah hujan.
Dan sebelumnya areal pesawahan tadah hujan di pematang Bunga Mas banyak yang tidak digarap lantaran kemarau dan kekurangan air.
Kudir, salah seorang warga pejayau mengaku, saat ini dirinya sudah menggarap sawah tadah hujan miliknya 15 pancang atau 15 ubin.
Saat ini sedang ada hujan atau bisa dikatakan musim penghujan, nah, untuk itu sawah milik kami digarap serta ditanami. Selain itu, saat ini juga sedang ada hujan maka dengan sendirinya air untuk areal persawahan pun cukup untuk digarap sawahnya,” ujar Kudir, Sabtu (05/01/2022).
Dan lebih jauh disampaikan oleh kudir, saat ini areal pesawahan tadah hujan di wilayah Bengkenang dan Kedurang, Kecamatan Bunga Mas sebagian besar kini sudah digarap oleh para pemilik sawah.
“Kalau sudah hujan begini, banyak yang menggarap sawahnya, hujan menguntuntungkan bagi para petani sawah kalau musim taman,” ujarnya.
Sementara itu, petani di Desa Talang Randai, Kecamatan Bunga Mas , Kabupaten Bengkulu Selatan juga melakukan hal serupa. Areal sawah tadah hujan ini tersebut juga kembali digarap oleh para petani.
Siri, salah seorang petani dari Desa Gunung Kayo, mengatakan, para petani kini sebagian besar sedang kembali menggarap sawah miliknya.
Siri menambahkan, saat ini padi yang sudah ditaman sudah mencapai usia satu bulan, untuk itu sebagian besar para petani sedang merawat tanaman sawahnya seperti berumput atau membersihkan rumput yang campur tanaman padi mereka hingga nanti panen 3 bulan ke depan.
"Semoga di musim kali ini bisa bangkit atau naik lagi untuk pendapatan masing-masing padi untuk warga petani kawasan bengkenang sampai kedurang atau seluruh petan,"ujarnya. (Pitro)