Tiga Jukir Tabut Ini Berurusan Polisi, Lantaran Tarik Tarif Parkir Tidak Sesuai Aturan

ketiga tersangka dibekuk

Bengkulu - Polresta Bengkulu mengamankan tiga pelaku oknum pungli parkir, Selasa (9/7/2024). Hal ini lantaran menerima keluhan dari masyarakat atau pengunjung di Festival Tabut. Kejadian ini pun sempat viral media sosial terkait pungutan liar parkir diatas tarif ketentuan perda kota Bengkulu.Ketiga oknum pungli parkir ini meminta tarif sebesar Rp 10 ribu. 

Ketiganya berinisial We (37) warga Jalan Ahmad Yani Kecamatan Teluk Segara, Us (55) warga Jalan Ahmad Yani Kecamatan Teluk Segara dan Mf (20) warga Jalan Jawa Kelurahan Sukamerindu. Hal ini dilaporkan oleh korban bernama Dian Wahyudi warga Desa Talo Kabupaten Seluma, pada Selasa malam (9/7/2024).

 Korban yang merasa keberatan diminta tarif parkir itu kesal sehingga enggan memberikan uang parkir terhadap para tersangka. Sempat cekcok mulut, hingga korban pun melaporkan ke Polresta Bengkulu.

Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata, S.ik saat diwawancarai ketiganya diamankan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Dalam modusnya, para pelaku memarkirkan kendaraan bukan pada  aturan dipinggir jalan yang telah ditentukan.

"Ketiganya ini kita amankan lantaran telah memungut tarif parkir pengunjung yang tidak sesuai dengan perda ditentukan," ujar Deddy.

Ditambahkan Kapolresta, dari pengungkapan itu penyidik menyita beberapa uang atas tindakan pungli diantaranya sebesar Rp 90 ribu dan Rp 85 ribu. Selain itu para jukir ini tidak memiliki SPT (Surat Perintah Tugas) yang ada.

"Sebelumnya kita sudah imbau, agar pihak jukir tidak menarik tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan. Mobil sebesar Rp  3 ribu, dan kendaraan sebesar Rp 2 ribu. Maka diharapkan pihak jukir juga harus mematuhi ketentuan ini," tandasnya.