Tokoh Pendidikan dan Budaya Bengkulu Jadi Pembicara Inti Forum Internasional CLASP 2026 di Malaysia

Tokoh Pendidikan dan Budaya Bengkulu Jadi Pembicara Inti Forum Internasional CLASP 2026 di Malaysia

Bengkulutoday.com, GEORGETOWN, MALAYSIA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Bengkulu di kancah internasional. Tokoh pendidikan dan budaya Bengkulu, Dr. Reko Serasi, M.A., dipercaya menjadi salah satu pembicara inti dalam Community of Local Affiliates Studying the Past (CLASP) Assembly 2026 yang digelar di Royale Chulan Hotel, George Town, Penang, Malaysia, pada 3–4 Agustus 2026.

Dr. Reko yang merupakan akademisi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sekaligus bagian dari Bengkulu Heritage Society tampil sebagai panelis mewakili Indonesia bersama sejumlah akademisi dan pegiat sejarah serta budaya dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Forum internasional tersebut mempertemukan organisasi, peneliti, dan komunitas pelestari sejarah untuk berbagi pengalaman mengenai upaya menjaga warisan budaya berbasis masyarakat.

Adapun panelis yang hadir dalam forum tersebut, di antaranya Clement Liang dari Penang Heritage Trust (Malaysia), Chuleeporn Paireerak dari The Siam Society (Thailand), Aidel Paul G. Belamide dari Cavite Historical Society (Filipina), Idham Setiadi dari Suar Bahri Kultura (Indonesia), serta Dr. Reko Serasi dari Bengkulu.

Dalam paparannya, Dr. Reko mempresentasikan berbagai praktik baik yang telah dilakukan di Bengkulu, mulai dari penguatan jejaring komunitas budaya, pengembangan riset sejarah berbasis masyarakat, hingga pelestarian warisan budaya melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas.

Ia menegaskan bahwa organisasi lokal memiliki peran strategis dalam menjaga memori kolektif suatu daerah agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

“Forum seperti CLASP ini sangat penting sebagai ruang saling belajar. Dari Bengkulu kami membawa pengalaman bagaimana komunitas dan akademisi dapat bekerja sama dalam pelestarian sejarah dan budaya. Sebaliknya, kami juga belajar dari negara lain mengenai strategi pelestarian yang dapat diadaptasi di daerah,” ujar Dr. Reko.

CLASP Assembly 2026 terselenggara atas dukungan SEASREP Foundation dan Henry Luce Foundation, dua lembaga yang selama ini aktif mendukung penguatan studi humaniora dan ilmu sosial di Asia Tenggara melalui riset berbasis komunitas.

Keikutsertaan Dr. Reko mendapat apresiasi dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Pihak kampus menilai kehadiran salah satu dosennya sebagai pembicara dalam forum internasional tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan potensi sejarah dan budaya Bengkulu di tingkat ASEAN.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti kemampuan civitas akademika kampus dalam berkontribusi pada forum ilmiah internasional.

“Ini membuktikan bahwa civitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mampu berkontribusi dalam wacana internasional. Kami berharap hasil dari forum ini dapat diimplementasikan melalui program pengabdian kepada masyarakat dan riset yang bermanfaat bagi Bengkulu,” ujarnya.

Pihak kampus juga berharap jejaring yang terbangun melalui CLASP dapat melahirkan berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari riset bersama, pertukaran pengetahuan, hingga program pelestarian sejarah dan budaya yang berkelanjutan di Bengkulu maupun negara-negara ASEAN lainnya.

Melalui forum lintas negara ini, semangat kolaborasi dalam menjaga warisan sejarah dan budaya diharapkan semakin kuat sehingga nilai-nilai budaya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang secara partisipatif dan berkelanjutan.