Bagi Madrasah, "Full Day School" Sama Dengan Pendidikan di Pesantren

ilustrasi
ilustrasi

Kota Bengkulu, Bengkulutoday.com - Gagasan Full day school Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy, tidak menjadi persoalan bagi kalangan Madrasah Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah (MI/MTs). Sebab, gagasan tersebut dinilai tempat bagi pendidikan siswa agar berjiwa agamis.

"Sebenarnya gagasan pak menteri itu bagus agar siswa tidak keluyuran selepas sekolah, apa lagi untuk MI dan MTs bisa seperti pendidikan di Pesantren, tetapi kementerian harus memikirkan kesejahteraan guru yang mendidik terlalu lama," jelas Drs Indri Sulianto, M. Pd kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Bengkulu, Sabtu (13/08/2016).

Terpisah, Herman salah seorang guru pamong di MTs Pondok Pesantren Al-Qur'an Harsallakum Kota Bengkulu yang juga pembina bagi santri di pesantren itu mengatakan, gagasan mendikbud sangat tepat jika diterapkan di pesantren.

"Biasanya kalau dipesantren modrn itu pendidikannya kolaborasi, dimana jam 7.30 sampai dzuhur itu jam sekolah biasa, selepasnya jam belajar santri sampai malam," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mendikbud RI, Muhadjir Effendy mewancanakan full day school bagi siswa SD/SMP sederajat dengan tujuan agar siswa tidak keluyuran selepas pulang sekolah. (Ar)
 

NID Old
286