Bengkulutoday.com - Program Bank Sampah di Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, menjadi salah satu upaya pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Digagas oleh pendamping PKH Kelurahan Nusa Indah, Yuliana, program ini tidak hanya mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan dari hasil pengelolaan sampah.
Ketua PKH Kota Bengkulu, Asih Nurwahyuni, mengatakan inovasi tersebut lahir sebagai bentuk pendampingan agar KPM tidak hanya bergantung pada bantuan sosial. Menurutnya, melalui bank sampah, para anggota memiliki aktivitas produktif sekaligus memperoleh pemasukan dari hasil menabung sampah. "Harapannya KPM PKH tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Dengan bank sampah ini mereka punya kegiatan yang produktif dan bisa membantu perekonomian keluarga, sementara lingkungan juga menjadi lebih bersih karena sampah tidak dibakar atau dibuang sembarangan," ujarnya, Rabu (15/07/26)
Program yang telah berjalan sekitar satu tahun itu menerapkan sistem tabungan sampah dengan pembagian hasil 80 persen untuk nasabah dan 20 persen untuk pengelola. Salah satu nasabah bahkan berhasil mengumpulkan tabungan sampah hingga sekitar Rp1 juta dalam setahun. Selain itu, sampah yang disetor harus dipilah berdasarkan jenisnya agar memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan sampah yang masih tercampur.
Pendampinh PKH Kelurahan Nusa Indah, Yuliana, menjelaskan, minat membentuk bank sampah sebenarnya sudah muncul sejak 2023. Namun, keterbatasan tempat penyimpanan membuat program baru bisa berjalan pada 2025 setelah tersedia gudang. "Kalau sampah sudah dipilah, harganya lebih tinggi. Harapan kami, ke depan pengelolaan sampah ini bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat. Saat ini nasabah masih didominasi KPM PKH, tetapi kami ingin seluruh warga kelurahan ikut bergabung," katanya.
Keberhasilan Bank Sampah Nusa Indah diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok PKH di wilayah lain. Pendamping PKH juga didorong mengembangkan inovasi serupa sesuai potensi daerah masing-masing, sehingga pemberdayaan masyarakat tidak hanya meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Ismi Sasmita