Jakarta, Bengkulutoday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru Nanik S. Deyang mulai melakukan pembenahan tata kelola program prioritas nasional setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan refocusing anggaran pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran. Dalam kebijakan terbaru tersebut, sekolah-sekolah yang masuk kategori mampu atau kaya tidak lagi menjadi penerima program MBG.
BGN menilai para siswa di sekolah dengan kondisi ekonomi baik umumnya telah mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sehingga anggaran negara perlu diarahkan kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan.
Melalui kebijakan ini, BGN akan memprioritaskan penyaluran manfaat program kepada anak-anak sekolah di daerah rentan, santri, balita, serta ibu hamil yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pada kelompok yang menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia.
BGN menegaskan bahwa penyesuaian sasaran program dilakukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan pemerintah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang paling membutuhkan.