Bengkulutoday.com - Bank Sampah Nusa Indah di Kelurahan Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, menjadi inovasi pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Program yang telah berjalan sekitar satu tahun ini digagas Pendamping PKH Kecamatan Ratu Agung, Yuliana, dengan menggandeng mitra sebagai pembeli hasil pengelolaan sampah.
Ketua PKH Kota Bengkulu, Asih Nurwahyuni, mengatakan bank sampah menjadi salah satu upaya mendorong KPM lebih mandiri dan produktif," Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membakar atau membuang sampah sembarangan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,"ujarnya rabu (15/07/2026).
Sementara itu Pendamping PKH Yuliana mengatakan setiap nasabah menyetor sampah setiap hari Sabtu. Sampah kemudian dipilah, ditimbang, dan dijual kepada mitra pengepul setiap satu hingga dua minggu sekali. "Setiap nasabah memiliki buku tabungan. Hasil penjualan sampah masuk ke tabungan masing-masing dengan pembagian 80 persen untuk penabung dan 20 persen untuk pengelola," ujarnya.
Bahkan, ada nasabah lanjut usia yang berhasil mengumpulkan tabungan sampah hingga sekitar Rp1 juta dalam waktu satu tahun. Tabungan tersebut diambil setelah terkumpul dalam jumlah tertentu sehingga lebih terasa manfaatnya bagi keluarga.
Asih berharap inovasi Bank Sampah Nusa Indah dapat menjadi contoh bagi pendamping PKH di wilayah lain sesuai potensi masing-masing daerah. Ia menegaskan, program ini merupakan implementasi RHK 3 poin 2, yakni pendampingan untuk mendorong perubahan perilaku dan membangun pola pikir KPM PKH agar lebih mandiri, produktif, serta peduli terhadap lingkungan.
Radia Dewi Kartika