Dunia Digital Lebih Aman Daripada Dunia Offline?

ilustrasi kompas.id

Oleh: Meissa Rizqiani Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu

Bengkulutoday.com - Zaman sudah semakin maju, dimana sekarang semuanya serba digital. Coba anda perhatikan di sekitar anda, masih adakah orang yang membaca berita koran? Jika memang masih ada pasti jumlahnya sudah sedikit dibandingkan orang membaca berita melalui digital. Seperti yang anda lakukan sekarang, ya anda sekarang sedang membaca berita secara digital bukan?

Selain kelebihannya yang mudah, praktik serta bisa anda baca dimana saja dan kapan saja. Ternyata ada kekurangannya juga jika kita membaca secara digital. Hmm apakah itu? Kejahatan bisa terjadi dimana saja termasuk di era digital seperti sekarang. Kejahatan sekarang bukan hanya sekadar perampokan rumah tetapi juga perampokan informasi. Bahkan penipuan pun bisa dilakukan secara digital. Padahal tanpa adanya kontak mata langsung aksi penipuan pun tetap bisa terjadi.

Bila anda mengira semua informasi dan harta benda yang anda simpan secara digital sudah pasti aman? Oh tentu saja tidak. Malah akan lebih mudah bagi pencuri nakal yang dengan mudahnya mengakses semua informasi anda dan bahkan menyedot saldo anda. Pencuri nakal ini pun tidak perlu bersusah payah untuk mengawasi rumah yang akan dicuri, membuat rencana agar tidak ketahuan, serta menyamar saat merampok rumah. Hanya perlu duduk santai sambil menikmati kopi di depan layar komputer mereka sudah bisa melakukan aksi kriminal.

Itulah yang akan terjadi jika kita tidak berhati-hati dan teledor dalam menjaga privacy digital kita. Bahkan hanya bermodalkan foto atau selfie seseorang, mereka sudah bisa mendapatkan informasi seperti data diri yang lengkap, alamat rumah, sidik jari bahkan nomor kartu kredit dan password akun anda. Bagaimana itu bisa terjadi? Ini semua diakibatkan karena kebiasaan masyarakat sekarang yang semuanya serba dishare. Tanpa memikirkan resiko apa yang akan mereka terima setelah membagikan foto foto tersebut di media sosial.

Bahkan hanya dengan mengunggah foto bayi pun bisa menimbulkan resiko bayi tersebut akan diculik. Jika begitu berarti dunia digital jauh lebih berbahaya daripada dunia nyata bukan? Sungguh disayangkan memang, teknologi yang diharapkan bisa lebih membantu umat manusia justru menghadirkan resiko yang lebih serius.

Mau apa dikata, semuanya memang penuh resiko bukan? Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan orang orang lakukan kepada kita. Tetapi kita tentu masih bisa mengontrol apa yang bisa kita lakukan kepada orang orang. Resiko kriminal digital itu memang akan terus ada, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegahnya.

Lantas langkah apakah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir resiko kejahatan tersebut? Inilah 7 langkah yang bisa kamu lakukan dengan mudah :

  1. Menjaga data pribadi

 

Tahukah kamu? Bahkan dengan menggunakan nama asli secara lengkap di media sosial juga sudah menimbulkan resiko kejahatan digital? Hanya bermodalkan nama lengkap tentu akan mudah sekali bagi para penjahat untuk menggali informasi lainnya.

Jika hanya menyebarkan nama lengkap saja sudah berisiko apalagi jika kalian menyebarkan nomor telepon, alamat, nama keluarga, alamat email, IP address. Jika anda melakukan itu, jangan kaget kalau tiba tiba akun digital anda di hack.

  1. Memilah foto pribadi yang akan diunggah ke media sosial

 

Kebanyakan orang tidak sadar dalam mengunggah sesuatu ke media sosial. Misalnya nih kalian mengupload foto selfie yang sedang kumpul kumpul manja bersama sahabat. Tetapi kalian tidak menyadari figuran apa saja yang ada dibalik foto itu. Seperti ada kartu kredit di dalam foto tersebut ataupun struk transaksi pembayaran. Nah akibat keteledoran inilah mengapa banyak sekali kasus saldo digital yang tiba tiba lenyap begitu saja.

  1. Utamakan menyimpan data secara offline

Sudah banyak sekali fitur yang tersedia untuk kita menyimpan berbagai data privacy. Seperti misalnya di drive ataupun cloud. Tetapi apakah anda yakin melalui cara tersebut sudah pasti aman? Banyak sekali penjahat cyber yang berkeliaran di era saat ini. Akan lebih aman jika jika kamu menyimpan data tersebut di area yang tidak bisa diakses secara online. Misalnya menyimpannya di flashdish ataupun menulisnya secara manual di buku catatan pribadi anda.

 

  1. Hindari penggunaan aplikasi ilegal

 

Pernahkah anda melihat aplikasi berbayar yang dapat diunduh secara gratis melalui web web tertentu? Aplikasi seperti itu biasanya disebut dengan aplikasi mod. Pernahkah anda berpikir mengapa ada oknum oknum tertentu yang dengan berbaik hatinya ingin membagikan aplikasi berbayar tersebut menjadi gratis? Apakah mereka pahlawan super yang hanya ingin berbuat kebaikan atau melainkan ada maksud tertentu dibaliknya? Bisa bisa aplikasi gratis tersebut hanyalah batu loncatan bagi mereka untuk mengakses informasi pribadi anda.

  1. Menggunakan password yang lebih kuat

 

Kebanyakan orang hanya ingin simpel seperti mengatur passwordnya hanya dengan menggunakan nama dan tanggal lahir mereka. Niat hati agar tidak mudah lupa dengan password mereka tetapi malah membuat para oknum nakal ini dengan mudahnya juga mengetahuinya lalu menyabotase akun dan perangkat anda. Usahakan mengatur password yang kira kira tidak bisa ditebak oleh orang lain dan hanya anda sendiri yang mengetahuinya.

  1. Selalu mengaktifkan autentikasi

 

Pastikan untuk selalu melaukan proses verifikasi double seperti sidik jari ataupun wajah agar keamanan digital anda lebih terjamin. Dikarenakan sidik jari dan wajah tersebut hanya milik anda dan oknum oknum nakal tersebut tidak akan bisa menjangkaunya.

  1. Jangan mudah tergiur dengan koneksi wifi gratis

 

Di tempat umum kamu pasti pernah menemukan koneksi wifi yang bisa diakses secara gratis. Ini sama halnya dengan poin di nomor 4. Apa tujuannya mereka membagikan sesuatu yang harusnya berbayar menjadi gratis jika tidak ada tujuan tertentu? Bagaimana cara mengetahui koneksi wifi yang aman serta tidak? Koneksi wifi yang mencurigakan biasanya meminta kamu untuk mengisi data pribadi seperti username, password pribadi dan lain sebagainya. Jika koneksi wifi tersebut hanya bermodalkan password dari wifinya sendiri itu berarti kamu perlu bertanya kepada pemilik wifi tersebut haha. Seperti koneksi wifi di cafe cafe contohnya.

Nah itulah 7 langkah mudah yang bisa kamu terapkan di kehidupan sehari hari untuk meminimalisir resiko kejahatan digital. Intinya jangan mudah percaya dengan orang lain dan selalu berhati hati untuk membagikan apapun di media sosial. Tentu kamu tidak mau kan digital yang seharusnya menjadi hiburan bagi kita malah membawa malapetaka.

Semoga membantu dan selalu menjaga privacy ya kawan!