Bengkulu, Bengkulutoday.com – Memasuki hari kedua kegiatan retreat pimpinan DPRD se-Indonesia yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) di Akademi Militer Magelang, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M, menyoroti pentingnya pengelolaan bonus demokrasi secara terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi pembekalan yang disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, tema “Bonus Demokrasi Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi fokus utama diskusi.
Menanggapi hal tersebut, Sumardi menyampaikan bahwa momentum bonus demokrasi harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan, khususnya legislatif daerah, untuk memperkuat kualitas kebijakan publik.
“Pada hari kedua ini, kami semakin memahami bahwa bonus demokrasi harus dikelola dengan perencanaan yang matang. DPRD memiliki peran penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada rakyat,” ujar Sumardi.
Ia menegaskan bahwa fungsi DPRD tidak hanya sebatas formalitas, tetapi harus mampu menghadirkan solusi konkret melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Demokrasi yang berkualitas adalah yang mampu menghadirkan kesejahteraan. Oleh karena itu, setiap kebijakan harus terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Sumardi juga mengapresiasi materi dan suasana pembelajaran di Akmil Magelang yang dinilai mampu membentuk karakter kepemimpinan yang disiplin dan berintegritas.
“Lingkungan Akmil sangat mendukung. Ini bukan hanya soal teori, tetapi juga pembentukan karakter sebagai pemimpin yang tegas dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama retreat dapat diimplementasikan di daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu, guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan bahwa Bengkulu juga menjadi bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan kerja nyata dan komitmen untuk rakyat,” tutup Sumardi.