Bengkulutoday.com - Menjadi penulis mungkin tak sekeren profesi lain seperti dokter atau astronot, hingga jarang sekali ditanamkan pada anak-anak zaman sekarang. Jamaknya banyak orang tua yang menentang anak-anaknya untuk menjadi seorang penulis.
Namun berbeda dengan perempuan asal Kaur ini, yang justru menentukan pilihannya untuk menjadi seorang penulis. sejak masih belia sampai SMP kelas 2, Ia sudah hobi mengarang, hobinya mengarang ini muncul secara otodidak, kelas 2 Smp adalah usia dimana kebanyakan anak-anak sebayanya bermain atau nongkrong-nongkrong, tapi ia lebih memilih mengarang dan menuangkan karangannya dalam sebuah tulisan.
Namanya Novita Winda Sari, perempuan yang kerap disapa Winda ini, berusia 26 tahun, Ia mulai menulis novel pada tahun 2015 sampai sekarang, sudah 16 judul novel yang ia hasilkan selama menjadi seorang penulis yaitu diantaranya berjudul Luluh, Wedding Flower, Pure Love Never Die, Wedding With You, Sweet Love Scandal dari part 1 smpai 3, Wedding Fashion, Wedding Cake, Pernikahan Kedua, Own me, Jodoh Untuk Mirenda, Dear Mr Alarm, Bad Day, Behind The Scene With Arrogant, dan Heart Problems. “Alhamdulillah. Insya Allah nanti akan ada lagi yang baru doakan saja,” tutur Winda ( 27/1/2022)
Karyanya ini, Ia publikasikan di wattpad, ternyata banyak yang suka dengan karyanya dan ia juga mendapatkan respon yang baik dari para pembaca. Tak jarang ada yang memberikan pujian pada kolom komentar. Sebagian di antaranya memberi masukan agar alur cerita semakin menarik. Kemampuan winda semakin terasah, terlebih setelah ia masuk ke komunitas penulis novel dan cerpen. Uang yang masuk kedalam dompet penulis novel per bulan adalah sebanyak Rp 1,5 juta sampai Rp. 2 juta wow bukan.
Terkadang Ia juga, mengalami buntu ide atau tidak mendapatkan ide yang akan ia tulis, solusi yang ia ambil untuk mengatasi masalah ini ialah membikin catatan mulai dari awal cerita sampai ending, dan untuk mengembalikan mood nya ia akan mendengarkan lagu atau menonton sehingga ide akan muncul disaat pikiran tenang.
"Ada kesulitan yang kerap saya alami selama menulis yaitu kadang penulis mengalami writer block, tersendatnya ide, bahkan kehilangat minat dalam menulis, untuk memperbaiki mood saya yang buruk, saya lebih memilih makan dan jalan-jalan keluar. Karena saya bukan pribadi yang butuh berhari-hari untuk mengembalikan mood,”tutupnya. (Dera)