Kondisi Terkini Rumah Dosen UIN Pascakebakaran

Kondisi terkini rumah korban kebakaran

Bengkulutoday.com - Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi rumah dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang terbakar di Kelurahan Betungan tampak mengalami kerusakan cukup parah.

Bagian atap rumah terlihat hangus dan sebagian rangka atap roboh.

Area teras dan bagian dalam rumah dipenuhi sisa material terbakar seperti kayu, seng, dan puing-puing bangunan.

Garis police line masih terpasang di sekitar pagar rumah sebagai tanda lokasi kejadian kebakaran.
Di halaman rumah tampak beberapa barang sisa kebakaran serta puing yang belum dibersihkan sepenuhnya.
Warga sekitar terlihat masih memantau kondisi rumah korban.

Struktur bangunan bagian depan masih berdiri, namun beberapa bagian dinding terlihat menghitam akibat asap dan panas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa api sempat membesar sebelum berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah milik dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Adi Saputra, di RT 13 RW 06, Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, dilalap api pada Minggu malam (4/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kebakaran tersebut diduga berawal dari kandang ayam yang berada di sekitar rumah korban. Api kemudian merambat dengan cepat hingga menghanguskan sebagian besar bangunan rumah.

Lurah Betungan, Nanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, informasi sementara yang diterima menyebutkan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari area kandang ayam, sebelum akhirnya membesar dan menyambar rumah korban.

“Informasi awal yang kami terima, api berasal dari kandang ayam. Namun untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Nanto.

Setelah menerima laporan, sejumlah unit mobil pemadam kebakaran Kota Bengkulu segera dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke rumah warga lainnya. Api akhirnya berhasil dikendalikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait besaran kerugian materi maupun adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.