Petik Langsung dari Pohon, Agrowisata Melon Toboponik Bengkulu Jadi Daya Tarik Baru

Petik Langsung dari Pohon, Agrowisata Melon Toboponik Bengkulu Jadi Daya Tarik Baru

Bengkulutoday.com – Agrowisata Melon Toboponik di Jalan Jenggalu Lingkar Barat, Kota Bengkulu, menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dengan konsep petik melon langsung dari pohon. Selain menjadi tempat budidaya, lokasi ini juga dikembangkan sebagai wisata edukasi yang terbuka untuk pelajar, keluarga, maupun masyarakat umum.

Sebelumnya, Agrowisata Melon Toboponik pernah bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (Unib). Pada 2023, pengelola mulai membangun satu hingga dua green house secara mandiri. Seiring berkembangnya usaha, kini jumlah green house yang dikelola telah mencapai 24 unit.

Supervisor Produksi, Widi wahyudi, menjelaskan budidaya melon dilakukan menggunakan sistem green house dengan penyiraman otomatis sehingga kondisi tanaman lebih terkontrol. “Metode ini mampu menghasilkan melon yang lebih manis, segar, dan berkualitas karena setiap batang hanya menghasilkan satu buah agar nutrisi tanaman lebih maksimal,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Tak hanya menawarkan buah segar, pengunjung juga dapat melihat langsung proses budidaya, memetik melon sesuai ukuran dan tingkat kematangan yang diinginkan, serta berfoto di area green house. Melon dipanen saat telah matang di pohon sehingga dapat langsung dinikmati tanpa perlu diperam.

Salah seorang pengunjung, Arman mengaku tertarik datang karena ingin merasakan pengalaman memetik melon langsung dari pohonnya. Menurutnya, konsep agrowisata yang dipadukan dengan edukasi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Senang bisa memetik langsung melonnya. Rasanya lebih puas karena bisa memilih sendiri buah yang diinginkan. Tempatnya juga nyaman dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga,” ujarnya.

Dalam satu kali panen, green house mampu menghasilkan sekitar 400 hingga 600 kilogram melon, tergantung jumlah baris tanam. Pengelola membudidayakan berbagai varietas, seperti Golden, Snow, Rock, Hamigua, Sky, dan Sweet. Sebagai ciri khas, setiap melon diberi gambar bunga Rafflesia yang menjadi identitas Melon Toboponik Bengkulu. Harga melon yang ditawarkan pun bervariasi, yakni Snow dan Golden Rp48 ribu per kilogram, Rock, Hamigua, dan Sky Rp44 ribu per kilogram, sedangkan Sweet dibanderol Rp51 ribu per kilogram.

Ke depan, pengelola berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni pertanian modern melalui budidaya melon. Dengan teknologi yang diterapkan, mereka ingin menunjukkan bahwa bertani dapat dilakukan secara modern, efisien, dan menghasilkan produk berkualitas sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi bagi masyarakat.

Mela Setiawati