Bengkulu, Bengkulutoday.com- Enam bulan pascagempa magnitudo 6,3 yang mengguncang Bengkulu pada 23 Mei 2025 lalu. Sebanyak 121 rumah warga korban gempa hingga kini belum juga menerima dana stimulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Padahal sebelumnya BNPB menjanjikan bantuan senilai Rp 60 juta untuk kategori rusak berat, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 15 juta untuk rusak ringan. Namun janji tersebut masih sebatas wacana.
Meiza Zulfatni, warga Perumahan Rafflesia Asri Betungan, mengaku sejak rumahnya roboh ia hanya tidur di dapur beralas puing dan beratap terpal.
“Awalnya rumah saya disurvei rusak berat, lalu tiba-tiba berubah jadi rusak sedang. Sampai sekarang janji bantuan tak juga cair,” keluhnya, Selasa (26/8/2025).
Warga lain, Mahdalena, terpaksa tetap menempati rumah yang dindingnya retak parah.
“Kalau angin deras, tembok rumah terasa bergoyang. Tapi mau tinggal di mana lagi? Janji perbaikan tidak kunjung datang,” ujarnya.
Rian Saputra yang rumahnya roboh total bahkan harus mengontrak rumah dengan biaya Rp 600 ribu per bulan.
“Pemerintah janji uang kontrakan diganti, tapi sudah empat bulan tak ada realisasi,” katanya kecewa.
Ironisnya, sebagian warga mengaku rekening mereka memang sudah diisi dana stimulan dari BNPB, namun tidak bisa diakses karena statusnya masih dibekukan (Diblokir).
“Alasannya syarat administrasi belum lengkap. Jadi uang itu hanya numpang lewat, kami tidak bisa ambil,” tutur Rian.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, Wilhopi, membenarkan 121 rumah terdampak gempa belum menerima dana stimulan karena masih menunggu verifikasi BNPB.
“Berkas sudah kami serahkan, sekarang bola ada di BNPB. Kami terus mendorong agar proses percepatan dilakukan,” ujarnya.
Data BPBD menyebutkan, dari 121 rumah tersebut terdiri dari 33 rusak berat, 21 rusak sedang, dan 67 rusak ringan.
Warga Pasrah, Janji Pemerintah Dipertanyakan. Warga mengaku kecewa sekaligus pasrah dengan kondisi ini.
Mereka menyesalkan janji pemerintah yang digadang-gadang sebagai solusi justru tak kunjung direalisasikan.
“Andai dari awal tidak dijanjikan, mungkin kami bisa ambil langkah lain untuk memperbaiki rumah,” ujar Rian mewakili korban lain.
Gempa Bengkulu pada Mei lalu merusak ratusan rumah di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan sekitarnya. Namun hingga kini, bantuan nyata dari pemerintah pusat belum juga turun.