Kades dan Perangkat Desa di Seluma Akhirnya Digaji, Tapi Baru 50 Desa yang Cair!

Kades dan Perangkat Desa di Seluma Akhirnya Digaji, Tapi Baru 50 Desa yang Cair!

Seluma, Bengkulutoday.com – Setelah lima bulan menunggu tanpa kepastian, kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Seluma akhirnya mulai menerima pembayaran penghasilan tetap (Siltap) tahun 2026. Namun hingga Rabu (13/5/2026), baru sekitar 50 desa dari total 182 desa yang Siltap dan ADD-nya berhasil dicairkan oleh Pemkab Seluma.

"Baru 50 desa. Masih banyak juga yang belum..." kata salah seorang perangkat desa di Sukaraja. 

Pencairan ini menjadi pembayaran perdana sepanjang tahun 2026. Sebab sejak Januari hingga Mei, para kades, perangkat desa hingga anggota BPD belum menerima gaji sama sekali.

Sebelumnya, persoalan Siltap sempat memicu kegaduhan di kalangan pemerintah desa. Penyebabnya, muncul perhitungan awal dari pemda yang hanya mengalokasikan sekitar Rp8,5 juta per bulan untuk pembayaran Siltap setiap desa.

Jumlah itu langsung menuai protes keras. Sebab kebutuhan riil pembayaran Siltap di tiap desa selama ini berkisar Rp24 juta per bulan.

“Masa cuma 8 jutaan per bulan. Setelah kami bagi, gaji kades cuma sekitar Rp500 ribuan lagi,” ujar salah seorang kepala desa di Lubuk Sandi.

Setelah menuai banyak keluhan, Pemkab Seluma akhirnya merevisi perhitungan melalui SK Bupati. Hasilnya, alokasi dana Siltap naik menjadi sekitar Rp27 juta hingga Rp30 juta per bulan untuk setiap desa.

Namun polemik belum berhenti. Pemda sempat berencana hanya membayarkan Siltap selama dua bulan terlebih dahulu, yakni Januari dan Februari. Sedangkan pembayaran bulan Maret dan April direncanakan dilakukan setelah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Bengkulu yang tahun ini digelar di Kabupaten Seluma.

Pelaksana tugas Kepala BKD Seluma, Herman Suyadi, sebelumnya menjelaskan bahwa anggaran pembayaran Siltap Maret dan April sementara dialihkan untuk kebutuhan persiapan MTQ.

Rencana tersebut kembali memicu reaksi keras dari para kepala desa dan perangkat desa. Bahkan, beredar informasi adanya ancaman aksi demonstrasi besar-besaran saat pembukaan MTQ apabila pembayaran Siltap tidak dilakukan penuh selama empat bulan.

"Kita akan demo pas acara pembukaan MTQ. Kita sudah rapat. Desain spanduk juga sudah kita buat semua," kata salah seorang perangkat desa. 

Setelah gelombang protes dari berbagai desa, Pemkab Seluma akhirnya memilih membayarkan Siltap empat bulan sekaligus, yakni Januari hingga April.

Meski demikian, masih ada lebih dari 130 desa lainnya yang hingga kini belum menerima pencairan dan diminta bersabar menunggu proses pembayaran berikutnya. (Franky)