Rejang Lebong, Bengkulutoday.com - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai memperketat pengawasan terhadap potensi lonjakan penyakit menular dan gangguan pencernaan pasca-Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tahun ini dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg. Asep Setia Budiman menyampaikan, kondisi fisik masyarakat pasca-puasa sebulan penuh cenderung sensitif. Ia mengimbau warga untuk berhati-hati dalam memilih menu makanan agar terhindar dari penyakit iritasi pencernaan.
"Pasca-Lebaran ini kondisi perut masih dalam masa penyesuaian. Jika mengonsumsi makanan yang bersifat iritasi seperti terlalu asam atau pedas, risiko penyakit pencernaan seperti diare akan meningkat," ujar drg. Asep dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan data terkini per awal April 2026, Dinkes Rejang Lebong mencatat adanya peningkatan kewaspadaan terhadap kasus campak dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga saat ini, tercatat 5 orang dinyatakan positif campak dengan jumlah suspek mencapai 25 orang. Sementara untuk kasus DBD, telah ditemukan 6 orang terjangkit hingga periode Maret-April ini.
Guna menekan angka tersebut, drg. Asep menuturkan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kualitas lingkungan dan asupan gizi yang mengandung vitamin tinggi.
Dinkes Rejang Lebong juga tengah memacu realisasi program prioritas nasional yang menjadi sasaran utama tahun ini. Fokus pelayanan meliputi penanganan penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS, hingga layanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Program ini menyangkut prioritas nasional. Untuk TBC, kami menargetkan 30% dari jumlah suspek dapat terdeteksi dan tertangani dengan baik. Akhir tahun ini seluruh target harus memenuhi standar minimal SPM,” tegasnya.
Selain penanganan penyakit menular, Dinkes Rejang Lebong juga meningkatkan target jangkauan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Di tahun 2026 ini, target sasaran dipatok sebesar 46% dari jumlah sasaran penduduk, naik signifikan dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar 30%.
Untuk mencapai angka tersebut, drg. Asep melakukan jemput bola dengan mengajak instansi pemerintah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memanfaatkan layanan CKG di lingkungan kerja masing-masing.
"Kami mengimbau kantor-kantor pemerintahan, mulai dari tingkat Kelurahan, Desa, OPD, hingga Polres untuk mengajukan permintaan cek kesehatan gratis ke Puskesmas. Kami siap menjadwalkan petugas untuk turun langsung demi mencapai target cakupan kita," pungkas drg. Asep. (Hendra)