Bengkulu, Bengkulutoday.com - Seorang pemuda bernama Muhammad Afin Wahyudi (23) menjadi korban dugaan pengeroyokan yang diduga melibatkan oknum aparat TNI dan Polri. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 2 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB, di Jalan Meranti, Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat korban tengah duduk dan mengobrol bersama temannya di lantai dua ruko Ayam Geprek milik pamannya. Tiba-tiba, tiga orang pria datang dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban tanpa banyak bicara.
Akibat kejadian tersebut, Muhammad Afin mengalami luka di bagian bibir, benjolan di kepala bagian belakang, serta lebam di punggung.
Diduga Libatkan Oknum Aparat
Berdasarkan informasi yang dihimpun keluarga korban, pelaku pengeroyokan diduga melibatkan oknum TNI berpangkat Prajurit Dua (Prada) berinisial R-E, oknum anggota Polantas berinisial R-O, serta seorang pria bernama Piter.
Sepupu korban, Alvis, menuturkan bahwa para terduga pelaku datang menggunakan mobil operasional Polantas dan mengaku sedang mencari seseorang yang sebelumnya terlibat dalam kasus pengeroyokan.
“Yang mengeroyok sepupu saya itu oknum TNI dan anggota polisi. Mereka datang pakai mobil Polantas, mengaku mencari pelaku pengeroyokan, lalu naik ke lantai dua dan langsung memukuli korban,” ujar Alvis.
Diduga Salah Orang
Usai kejadian, korban sempat dibawa ke Polresta Bengkulu. Dari keterangan yang diperoleh keluarga, insiden tersebut diduga terjadi akibat kesalahpahaman. Piter diketahui sebelumnya menjadi korban penganiayaan dalam kejadian lain dan salah mengira Muhammad Afin sebagai pelaku.
“Dari keterangan Piter, waktu mengeroyok korban katanya memang itu pelaku yang mengeroyok dia. Tapi setelah sampai di kantor polisi, baru mengakui bahwa dia salah orang,” tambah Alvis.
Keluarga Lapor Polisi
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polresta Bengkulu agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Keluarga berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional, adil, dan transparan, mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum aparat tersebut.