Kota Bengkulu, Bengkulutoday.com – Mahasiswa program studi S1 Jurnalistik, Universitas Bengkulu berhasil ikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) pada batch 4 di Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara pada bulan Februari hingga Mei 2024 lalu (26/08/2024).
Muhammad Mefrian Foza Dinata atau kerap disapa Foza merupakan mahasiswa prodi S1 Jurnalistik Universitas Bengkulu yang saat ini tengah menempuh semester tujuh. Foza terpilih sebagai salah satu mahasiswa yang lolos untuk mengikuti program PMM semester genap lalu. PMM sendiri merupakan bagian dari program kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (KEMENDIKBUDRISTEK).
Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa di seluruh Indonesia untuk dapat memperoleh pengalaman baru dalam menempuh perkuliahan di kampus lain. Hal ini tentu selaras dengan salah satu tujuan programnya yakni melakukan perpindahan klaster antar pulau.
“Berkat mengikuti program ini, saya bisa dapat pengalaman baru di tempat belajar baru kemarin, karena saya pribadi kebetulan baru kali pertama ini dibilang ngerasain hidup merantau jauh dari orang tua untuk menuntut ilmu. Selain itu tentu untuk bisa mengenal dan beradaptasi dengan situasi dan kondisi di sana juga bagi saya pribadi merupakan pengalam yang sangat berkesan,” tutur Foza.
Namun jika ditarik ke belakang, tentu terdapat beberapa tahapan yang perlu diselesaikan oleh Foza sebagai seleksi hingga akhirnya dinyatakan lolos dalam mengikuti program ini. Pemberkasan, sesi wawancara hingga tes tertulis menjadi bagian dari proses yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa yang mengikuti seleksi program PMM. Foza mengungkapkan bahwa kesemua program tersebut tentu memiliki kadar kesulitan masing-masing.
“Untuk tahap seleksi kemarin kita ada seleksi di pemberkasan, kemudian interview hingga tes tertulis dengan soal-soal, saya pribadi merasa bahwa masig-masing tahap ada kesulitannya sendiri-sendiri. Tapi justru yang cukup rumit dan memakan waktu yakni melengkapi tanda tangan beberapa dosen di berkas-berkas. Karena kadang mereka cukup sulit untuk ditemui,” terangnya.
Perencanaan dan riset di awal bisa jadi salah satu strategi untuk diterapkan bagi mahasiswa yang berencana mengikuti program PMM di batch selanjutnya. Mengingat pilihan jurusan hingga universitas murni ditentukan oleh mahasiswa yang bersangkutan, sehingga harus lebih cermat dalam memperhitungkan kemungkinan lolos pada kampus yang dituju.
“Berdasarkan pengalaman pribadi ada tips yang mungkin bisa temen-temen terapin di saat berencana untuk mengikuti program PMM yakni perencanaan yang baik. Temen-temen tentuin dulu mau ambil kampus apa, kemudian jurusanya bahkan sebisa mungkin riset terlebih dahulu,” tambah Foza.(Amrullah)