Bagian I : Penyu Mati Karena Parasit?

Penemuan Penyu terdampar kelelahan di Perairan Tapak Paderi dan dibersihkan dari parasit oleh Tim Latun Bengkulu

Menguak kematian 24 Penyu di Perairan Bengkulu sepertinya menjadi milik bersama, menilai masalah ini sudah sangat genting. 24 Penyu tersebut ditemukan mati begitu saja tanpa sebab yang jelas. 23 mati di Kawasan Teluk Sepang, dan 1 mati di Wilayah Pantai Panjang.

Masyarakat menilai, 90 persen kematian hewan lindung tersebut disebabkan oleh limbah pembuangan air bahang Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara 2x100 Mega Watt Bengkulu. Dan 10 persen lainnya mengatakan bahwa penyu mati akibat pencemaran lingkungan bukan karena zat kimia, melainkan sampah yang termakan oleh Penyu.

Kedua diagnosa tersebut dibuktikan oleh dua lembaga pemerintahan yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu. DLHK mengidentifikasi dan membuktikan bahwa limbah air bahang masih memenuhi baku mutu, yakni peningkatan suhu maksimal 40oC (PermenLH No.8/2009) yang berarti tidak mencemari air laut. Sedang BKSDA meneliti dengan melakukan pembedahan pada tubuh Penyu dan mendapati bahwa 2 dari 24 Penyu ini ditemukan beberapa potongan sampah.

Dugaan ke 3 bisa terjadi akibat penyu tersangkut jaring nelayan, namun dalam hal ini tidak ditemukan tanda-tanda pada ke 24 bangkai Penyu tersebut.

Terbaru, dugaan kuat Penyu itu mati akibat dari parasit yang menempel pada bagian tubuhnya. Ini banyak ditemukan pada tubuh puluhan bangkai Penyu tersebut. Parasit tersebut berupa kerang–kerangan atau biasa kita sebut teritip yang hampir mirip dengan jenis teritip yang biasanya menempel di lambung kapal. Warna teritip ini putih dengan bagian lunak di dalamnya yang lama kelamaan dapat mengikis karapas penyu sehingga berlubang. Parasit ini biasanya ditemukan di karapas namun tidak menutup kemungkinan untuk tumbuh di bagian tubuh lain karena saya juga menemukan parasit jenis ini dapat tumbuh di kepala penyu maupun di flipper penyu.

Sore ini, berdasarkan laporan anggota Generasi Pesona Indonesia Bengkulu, Jeka Mandiri, ditemukan seekor Penyu ber-ras sama dengan sebelumnya, mengambang kelelahan di Kawasan Pantai Tapak Paderi.

"Penyu ditemukan mengambang seperti kelelahan di permukaan, saat teman-teman surfing lagi latihan di pantai Tapak Paderi, kemudian Penyu dibawa ke Latun yang tak jauh dari dari lokasi latihan untuk dibersihkan dan diobati teman-teman dari Latun," ujar Jeka, Minggu (05/01/2020). Latun atau Yayasan Lestari Alam laut untuk Negeri merupakan kelompok yang fokus pada konservasi Penyu di Bengkulu.

Pada video tersebut tampak Penyu Hijau berukuran dewasa tersebut dipenuhi oleh parasit dan dibersihkan oleh Latun.

Dari cermatan tersebut, mengidentifikasi bahwa parasit dapat membunuh Penyu secara perlahan. Kita belum tahu pasti apa penyebab parasit ini bisa tumbuh di badan Penyu. Apakah pengaruh dari lingkungan laut yang kotor atau kondisi Penyu saat menepi di perairan yang penuh dengan teritip.

Sembari menunggu hasil uji laboraturium Tim BKSDA yang saat ini tengah diteliti di Bogor, Tim Redaksi Bengkulutoday.com akan terus menggali fenomena ini hingga menemukan titik terang kematian Penyu di Perairan Bengkulu. (Bisri)