Bertahan Sejak 2018, Pedagang Bawang di Pasar Panorama Hadapi Penjualan Naik Turun

Bertahan Sejak 2018, Pedagang Bawang di Pasar Panorama Hadapi Penjualan Naik Turun

Bengkulutoday.com – Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok dan kondisi pasar yang tidak menentu, pedagang bawang di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, tetap bertahan menjalankan usahanya. Pangihutan Si Rumapea telah menggeluti usaha tersebut sejak 2018 dan terus melayani kebutuhan masyarakat meski pendapatannya tidak selalu stabil.

Setiap hari, Pangihutan mulai membuka lapaknya sejak pukul 07.00 WIB. Ia menjual bawang merah dengan harga Rp45 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih dibanderol Rp48 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut menyesuaikan kondisi pasokan serta perkembangan harga di pasaran.

Untuk memenuhi kebutuhan dagangannya, Pangihutan mendatangkan stok bawang dalam jumlah besar dari Jawa dan Padang. Pasokan tersebut menjadi sumber utama barang dagangannya. Namun, ia mengaku sering menghadapi kendala karena sebagian bawang dalam setiap karung yang diterima mengalami kerusakan atau membusuk sehingga mengurangi jumlah barang yang layak dijual.

"Kalau ambil satu karung, biasanya ada saja bawang yang busuk. Itu tentu menjadi kerugian karena tidak semuanya bisa dijual," katanya, Jumat (10/7/2026).

Selain menghadapi persoalan kualitas pasokan, Pangihutan juga harus beradaptasi dengan kondisi penjualan yang tidak menentu. Pada hari-hari tertentu, pembeli cukup ramai sehingga omzet meningkat. Namun, tidak jarang pasar terlihat sepi sehingga pendapatan ikut menurun.

"Kadang ramai, kadang sepi. Pendapatan setiap hari memang tidak bisa dipastikan," ujarnya.

Di sisi lain, Pasar Panorama masih menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur. Salah seorang pembeli, Rina, mengaku rutin membeli bawang di pasar tersebut karena harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan kualitas yang dinilai baik.

"Saya sering belanja di sini karena bawangnya masih bagus dan harganya juga cukup terjangkau. Walaupun harga bahan pokok kadang naik, saya tetap membeli sesuai kebutuhan untuk memasak sehari-hari," ungkapnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Pangihutan tetap optimistis mempertahankan usaha yang telah dirintis selama bertahun-tahun. Ia berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil, pasokan bawang semakin baik, serta jumlah pembeli terus meningkat agar pendapatan para pedagang dapat lebih terjamin. Ia juga berharap masyarakat tetap bisa memperoleh bawang dengan harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Radia Dewi Kartika