Bengkulu Utara, Bengkulutoday.com - Dunia pendidikan hendaknya sudah menjadi prioritas pemerintah baik pusat maupun daerah dalam perkembangan dan kemajuannya. Tak hanya soal kualitas, namun kuantitas pendidikan juga wajib diperhatikan. Seperti kondisi fisik di Sekolah Dasar (SD) Negeri 163 Bengkulu Utara. SD yang terletak di Desa Batu Layang Kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara itu hingga kini belum teraliri listrik sebagai sumber daya sekolah.
Selain belum teraliri listrik, sekolah itu juga tidak ada bangunan WC sebagai sarana buang air besar dan kecil. Tentu saja hal itu membuat suasana sekolah tidak kondusif karena ketiadaan bangunan WC. Kekurangan lain adalah ketiadaan Laptop sebagai sarana untuk administrasi sekolah.
"Kekurangan ini sangat membutuhkan dana besar, sedangkan dana BOS untuk sekolah kami saja masih kurang, jumlah siswa kami 61 orang," kata Suharno,A.Ma, kepala SD itu, Jumat (3/8/2018).
Keluhnya lagi, selain kekurangan fasilitas, sekolah itu juga jauh dari pemukiman warga. Namun demikian sudah ada partisipasi warga untuk biaya pemasangan listrik namun belum mencukupinya. "Butuh sekitar Rp 5 juta untuk pemasangan listrik, sementara untuk Laptop pihaknya belum mendapat gambaran darimana mendapatkannya. Sebab kata Suharno, perkembangan dunia pendidikan saat ini sudah berbasis online, jika tidak lengkap fasilitas maka secara informasi akan banyak ketinggalan.
Tak hanya itu, kepala sekolah juga mengeluhkan kondisi bangunan kantor SD yang tak layak pakai. Dan tentu saja itu juga membutuhkan biaya rehap yang tidak sedikit. Dengan kondisi itu, pihaknya berharap pemerintah memberikan perhatian, sebab kekurangan sarana pendidikan sangat menghambat proses belajar mengajar di sekolah. [Am]