Bengkulutoday.com — Memasuki masa panen padi, aktivitas penggilingan padi di Desa Sidorejo, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mulai terlihat lebih ramai. Para petani yang telah memanen padi membawa gabah mereka ke tempat penggilingan untuk diproses menjadi beras.
Salah satu pemilik usaha penggilingan padi, Sukip, mengatakan peningkatan aktivitas mulai dirasakan sejak sekitar satu minggu terakhir. Hampir setiap hari ada petani yang datang membawa gabah untuk digiling. “Kalau musim panen seperti ini, setiap hari pasti ada orang yang giling padi,”ujarnya, Jumat (28/8/26).
Sukip menyebut, dalam sehari tempat penggilingannya bisa menerima sekitar 50 karung gabah. Ramainya petani yang datang juga membuat omzet usaha meningkat. Sebelum musim panen, pendapatannya hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari, sedangkan saat panen bisa mencapai Rp600 ribu per hari.
Menurutnya, musim panen menjadi waktu yang cukup menguntungkan bagi usaha penggilingan padi. Banyaknya hasil panen yang diperoleh petani membuat jumlah gabah yang masuk semakin bertambah. Karena itu, penggilingan miliknya menjadi lebih sibuk dan beroperasi hampir setiap hari.
Namun, peningkatan aktivitas tersebut juga membuat mesin penggilingan bekerja lebih berat. Kerusakan mesin menjadi salah satu kendala yang kerap terjadi dan dapat menghambat proses penggilingan. “Kendalanya saat musim panen ini ya cuma mesin sering rusak itu saja,” ujarnya.
Selain masalah mesin, tingginya jumlah gabah yang masuk juga membuat petani harus menunggu giliran. Biasanya, hasil gilingan baru dapat diterima petani dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari. Meski begitu, Sukip berharap hasil panen tahun ini bagus dan usaha penggilingannya tetap ramai serta bisa terus berkembang.
Ismi Sasmita