Kepahiang, Bengkulutoday.com – Pemerintah Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Republik Indonesia. Melalui pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat melaksanakan program budidaya jagung dan ubi jalar sebagai upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang disampaikan pada Musyawarah Dusun (Musdus) dan kemudian disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes). Atas dasar kesepakatan bersama tersebut, Pemerintah Desa bersama BUMDes kembali melakukan penanaman bibit di lahan yang telah dipersiapkan.
Kepala Desa Babakan Bogor, Giran, didampingi Ketua BUMDes Rudi Yanto, pada Senin (20/7/2026), meninjau langsung perkembangan tanaman jagung dan ubi jalar yang saat ini tumbuh dengan baik.
Kepala Desa Giran menjelaskan bahwa program ketahanan pangan telah dianggarkan dalam APBDes Tahun 2026 dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah desa. Seluruh kegiatan, katanya, mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Desa, serta berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat.
"Program ketahanan pangan di Desa Babakan Bogor merupakan hasil usulan masyarakat saat Musdus yang kemudian disepakati dalam Musdes. Warga kembali mengusulkan penanaman jagung dan ubi jalar karena dinilai memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Penanaman telah dilakukan sejak bulan Mei lalu di lahan yang telah disediakan pemerintah desa," ujar Giran.
Menurutnya, Pemerintah Desa akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian warga melalui pengelolaan potensi desa secara optimal.
Sementara itu, Ketua BUMDes Babakan Bogor, Rudi Yanto, mengatakan bahwa tanaman jagung dan ubi jalar kini telah memasuki usia lebih dari dua bulan dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
"Selama ini kami bersama masyarakat bergotong royong melakukan perawatan tanaman, mulai dari pemupukan, pembersihan gulma hingga menjaga kondisi lahan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi tanaman ini dapat dipanen dengan hasil yang memuaskan," ungkapnya.
Ia berharap hasil panen nantinya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi contoh keberhasilan program ketahanan pangan berbasis desa.
"Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal utama keberhasilan program ini. Semoga hasil panen nanti dapat meningkatkan ekonomi warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan Desa Babakan Bogor," tutup Rudi Yanto.
Program budidaya jagung dan ubi jalar tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Desa Babakan Bogor dalam mendukung visi pembangunan nasional melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta optimalisasi potensi desa menuju desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.